Wabah Virus Berbahaya 'bangkit' Lagi Di Negara Ini, 65 Orang Meninggal

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Jakarta -

Wabah Ebola 'bangkit' lagi di Afrika. Badan kesehatan masyarakat setempat pada Jumat mengonfirmasi pandemi baru Ebola di provinsi terpencil Ituri, Kongo, dengan 246 kasus suspek dan 65 kematian nan tercatat sejauh ini.

Negara tetangga, Uganda, kemudian mengonfirmasi satu kematian akibat kasus Ebola nan disebut berasal dari Kongo.

Kematian dan kasus suspek tersebut sebagian besar tercatat di area kesehatan Mongwalu dan Rwampara, menurut pernyataan Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC). Lembaga itu menyebut sejauh ini ada 65 kematian, empat di antaranya sudah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ebola merupakan penyakit nan sangat menular dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti muntahan, darah, alias air mani. Penyakit nan ditimbulkannya tergolong langka, tetapi parah dan sering kali mematikan.

Para intelektual tetap berupaya menentukan secara pasti virus apa nan memicu pandemi terbaru di Kongo. Virus Ebola, nan juga dikenal sebagai strain Ebola Zaire, sebelumnya mendominasi wabah-wabah di Kongo. Namun, hasil sementara menunjukkan kemungkinan adanya jenis lain selain strain Ebola Zaire, dengan proses pengurutan genetik (sequencing) tetap terus dilakukan untuk memberikan kepastian lebih lanjut, kata Africa CDC.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut penyakit Ebola disebabkan oleh sekelompok virus, dan tiga di antaranya diketahui dapat memicu pandemi besar, ialah virus Ebola, virus Sudan, dan virus Bundibugyo.

Uganda pada Jumat melaporkan satu kasus Ebola nan melibatkan seorang laki-laki asal Kongo nan dirawat di rumah sakit di Kampala tiga hari sebelum meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan Uganda menyatakan pasien tersebut baru diuji setelah meninggal pada Jumat, setelah Kongo mengonfirmasi pandemi Ebola di negaranya. Semua orang nan melakukan kontak dengan laki-laki tersebut telah dikarantina, kata kementerian. Jenazah korban juga telah dipulangkan ke Kongo.

Kementerian itu menambahkan pasien terinfeksi virus Bundibugyo, salah satu jenis Ebola nan memang endemik di Uganda.

WHO tahun lampau menyebut Kongo mempunyai stok pengobatan serta sekitar 2.000 dosis vaksin Ebola Ervebo. Vaksin Ervebo efektif melawan strain Ebola Zaire, nan dianggap paling mematikan, tetapi tidak efektif terhadap virus Sudan maupun virus Bundibugyo, menurut otoritas kesehatan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kepada wartawan pada Jumat, WHO pekan lampau telah mengirim tim untuk membantu Kongo menyelidiki pandemi tersebut dan mengumpulkan sampel. Meski hasil awal belum mengonfirmasi Ebola, kajian terbaru pada Kamis akhirnya memastikan keberadaan penyakit tersebut.

"Kongo mempunyai rekam jejak nan kuat dalam respons dan pengendalian Ebola," kata Tedros, seraya menambahkan WHO bakal mengucurkan biaya sebesar 500 ribu dolar AS untuk membantu penanganan pandemi di Kongo.

(naf/naf)

Sumber detik-health