Jakarta -
Angkatan Laut Amerika Serikat berencana menggunakan drone bawah air dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari upaya untuk membersihkan ranjau laut Iran dari Selat Hormuz, seperti diumumkan oleh Komando Pusat AS (US Central Command/Centcom).
Selat tersebut sangat krusial bagi ekspor minyak dari Timur Tengah. Bulan lalu, New York Times melaporkan pasukan Iran menggunakan perahu-perahu mini untuk menebar ranjau di Selat Hormuz. Terbaru, media tersebut melaporkan pihak Iran tidak dapat menemukan semua ranjau nan mereka pasang dan tidak mempunyai kapabilitas untuk menyingkirkannya.
Centcom mengumumkan mulai menyiapkan kondisi untuk membersihkan ranjau laut dengan beragam teknologi. Mereka menyatakan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy transit di Selat Hormuz untuk memastikan bahwa selat tersebut betul-betul bersih dari ranjau laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur pelayaran baru dan kami bakal segera membagikan jalur kondusif ini kepada industri maritim guna mendorong kelancaran arus perdagangan," kata mereka nan dikutip detikINET dari Defense Scoop.
Disebutkan bahwa tambahan pasukan AS, termasuk drone bawah air, bakal berasosiasi dalam upaya pembersihan ini dalam beberapa hari ke depan. Rilis itu tidak merinci kendaraan bawah air tak berawak (UUV) jenis apa nan bakal dilibatkan.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia memerintahkan Angkatan Laut untuk memberlakukan blokade di sekitar Selat Hormuz. Itu mengenai negosiator Iran nan berjumpa dengan para pejabat senior AS di Pakistan akhir pekan ini tidak menyetujui tuntutan Amerika mengenai program nuklir Teheran.
Salah satu drone bawah air nan berpotensi digunakan untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz adalah Knifefish. Drone ini dibuat General Dynamics dan dirancang untuk dikerahkan dari Kapal Tempur Pesisir.
"UUV Knifefish memberi keahlian perburuan ranjau nan lebih canggih dengan mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mengidentifikasi ranjau nan terkubur maupun ranjau di lingkungan dengan tingkat gangguan nan tinggi," menurut situs web perusahaan.
"Tugas Knifefish adalah mendeteksi, menghindari, dan mengidentifikasi ancaman ranjau, mengurangi akibat terhadap personel dengan beraksi di medan ranjau sebagai sensor eksternal sementara kapal induknya tetap berada di luar pemisah medan ranjau. Knifefish juga mengumpulkan info lingkungan untuk memberikan support intelijen bagi sistem peperangan ranjau lainnya," ungkap situs perusahaan.
(fyk/rns)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·