Jakarta -
Laporan terbaru Opensignal mengungkapkan persaingan terbaru pasar internet rumah (fixed broadband) di Indonesia.
Dalam laporan "Indonesia Fixed Broadband Experience Report April 2026", Opensignal menilai pengalaman pengguna berasas info penggunaan nyata, mencakup lima aspek utama ialah kualitas konsisten, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan.
Adapun, penyedia jasa internet rumah nan dianalisis oleh Opensignal ini mengenai pengalaman fixed broadband secara nasional, di antaranya XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic. Sementara itu, Surge sedang menggencarkan Internet Rakyat dengan kecepatan 100 Mbps tidak masuk dalam peta persaingan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada satu operator nan mendominasi seluruh kategori. Sebaliknya, kemenangan terbagi di antara beberapa penyedia layanan, mencerminkan kejuaraan nan semakin berimbang dalam kualitas jasa broadband tetap di Indonesia.
Seperti detikINET kutip, Selasa (5/5/2026) Biznet Home unggul di kategori kecepatan unduh, Indosat HiFi menguasai kategori Konsistensi Kualitas, XL Home menang di kategori Keandalan, dan Oksigen terdepan dalam urusan Kecepatan Unggah. Opensignal juga menobatkan kategori Video nan dimenangkan secara berbareng oleh XL Home dan Oxygen.
Meski demikian, dari sisi struktur pasar, industri ini tetap tergolong sangat terkonsentrasi. Salah satu operator besar tercatat menguasai sebagian besar hubungan fixed broadband di Tanah Air, memperlihatkan kekuasaan nan kuat di tingkat pelanggan.
Opensignal juga menyoroti bahwa perbedaan performa antar penyedia jasa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari teknologi jaringan nan digunakan-seperti fiber, kabel, alias xDSL-hingga ragam paket jasa nan ditawarkan kepada pelanggan.
Opensignal menganalisis info aktual dari pengguna broadband kabel di Indonesia berasas lima parameter utama pengalaman: Konsistensi Kualitas, Unduh , Unggah , Pengalaman Menggunakan Video, dan Pengalaman Keandalan.
Secara keseluruhan, Opensignal menjelaskan bahwa indikator-indikator ini mencerminkan gimana rumah tangga menggunakan broadband dalam praktiknya - mulai dari kerja jarak jauh dan pendidikan hingga streaming dan bermain game.
"Hasil kami mencakup beragam teknologi broadband kabel (misalnya, kabel, FTTH, xDSL) dan tidak termasuk penggunaan hotspot Wi-Fi," kata Opensignal.
Analisis ini mencakup periode 90 hari nan dimulai pada 1 Januari 2026, dan mencakup hasil di tingkat nasional dan regional, serta di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Karakteristik paket, misalnya, tingkatan kecepatan alias pemisah info - sangat bervariasi tergantung penyedia layanan, dan perpaduan paket nan tersedia mempengaruhi hasil pengalaman rata-rata.
Pengukuran Opensignal menangkap pengalaman bumi nyata pengguna, terlepas dari paket nan telah mereka beli dari penyedia layanan. Laporan ini menganalisis situasi aktual di semua paket pengguna. Selain itu, pengalaman broadband tetap pengguna juga dipengaruhi oleh router nan mereka gunakan.
(agt/fay)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·