Trump Frustrasi Ke Netanyahu Sampai Israel Cabut Hak Masjid Palestina

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Nota kesepahamanan (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang menjadi perhatian buletin internasional pada Selasa (16/6).

Perselisihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu soal perang Iran turut menjadi sorotan buletin internasional kemarin. Berikut kilas buletin internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Cabut Wewenang Palestina Atas Masjid Ibrahimi di Tepi Barat

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan pada Selasa (16/6) bahwa dia telah mencabut kewenangan Palestina atas situs Gua Makhpela alias Makam Para Leluhur, nan dikenal Muslim sebagai Masjid Ibrahimi, di Tepi Barat.

Langkah pengalihan pengelolaan situs tersebut kepada komite Israel nan dikendalikan oleh menteri sayap kanan tersebut menuai kecaman keras dari Otoritas Palestina.

Dalam pernyataan nan diposting di saluran Telegram-nya, Smotrich mengatakan situs tersebut tidak bakal lagi dikelola oleh otoritas kota di kota Hebron, Tepi Barat.

Trump Akui Frustrasi soal Netanyahu: Tanpa Saya Tak Akan Ada Israel

Presiden Donald Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyusul langkah Israel nan kerap berupaya merusak prospek perundingan tenteram Amerika Serikat-Iran.

Dalam pertemuan dengan wartawan pada Selasa (16/6), Trump mengatakan Netanyahu perlu "bertindak lebih bertanggung jawab mengenai Lebanon."

Sebab, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan milisi Hizbullah nan merupakan sekutu Iran. Sementara itu, gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan perundingan AS-Iran.

Kata-kata Netanyahu soal Deal AS-Iran: Trump & Saya Tak Selalu Sejalan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka bunyi soal nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Amerika Serikat dan Iran untuk sepakat mengakhiri perang.

Beberapa jam setelah MoU itu disepakati AS-Iran, Netanyahu angkat bicara dan mengakui bahwa dirinya dan Presiden AS Donald Trump "tidak selalu sejalan" dalam memandang beragam isu.

Dalam konvensi pers pada Senin (15/6) malam, Netanyahu mengatakan perbedaan pandangan tersebut merupakan perihal nan wajar.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional