Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan tindakan militer, jika Iran tidak mematuhi kewajibannya.
Ancaman terbaru Trump dilontarkan menjelang penandatanganan kesepakatan AS dan Iran untuk perdamaian, nan bakal digelar pada Jumat 19 Juni di Swiss.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, ini belum final. Ini adalah nota kesepahaman," kata Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis.
"Jika saya tidak menyukainya, kami bakal kembali menembaki mereka. Jika mereka tidak berperilaku baik, kami bakal kembali menjatuhkan peledak tepat di atas kepala mereka. Karena mereka berperilaku jelek selama 47 tahun," imbuh Trump, merujuk pada usia didirikannya revolusi Islam usai Shah digulingkan.
AS hingga sekarang belum merilis teks resmi nota kesepahaman dengan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan penundaan itu mengenai permintaan Qatar dan Pakistan, selaku mediator.
"Ada beberapa prosedur diplomatik nan sedang melangkah di sini, di mana Qatar dan Pakistan menjadi mediator dalam seluruh negosiasi ini dengan Iran, dan mereka pada dasarnya meminta kami mengatur urutan gimana kami menjalankan proses ini," kata Vance pada Selasa (16/6) dalam aktivitas The Five Fox News.
"Kami bakal senang merilis perjanjian itu hari ini alias besok. Kami mungkin merilisnya paling lambat hari Jumat, tetapi pada dasarnya, dalam konteks nan lebih luas, itu tidak masalah," imbuh dia.
Penandatangan MoU bakal digelar di Burgenstok, Swiss pada 19 Juni.
Delegasi Iran bakal dipimpin ketua DPR sekaligus mantan komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammed Bagher Ghalibaf.
Sementara itu, dari pihak AS belum ada kepastian siapa nan bakal memimpin delegasi. Sebelumnya, Trump mengatakan Vance bakal menghadiri upacara penandatanganan MoU.
Awal pekan ini, Vance turut mengonfirmasi bakal ikut merayakan upacara tersebut di Swiss. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan Trump ikut hadir.
MoU AS dan Iran berisi pembukaan Selat Hormuz, pencabutan hukuman terhadap Iran, hingga masa depan program nuklir Iran.
Kesepakatan itu juga diharapkan menjadi jangkar negosiasi kedua negara untuk betul-betul mengakhiri perang dan mencapai perdamaian abadi.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·