Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji bakal menghantam Iran jauh banget keras dalam eskalasi nan kembali meningkat di Timur Tengah.
Trump juga secara blak-blakan bakal merebut pulau terminal pengolahan minyak mentah Teheran di Pulau Kharg. Pernyataan Trump itu pun disebut sebagai isyarat menyerbu pulau milik Iran itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika Serikat bakal menghantam Iran.... banget keras malam ini!" tulis Trump dalam akun media sosial miliknya, Truth Social.
"Pada suatu saat di masa depan nan tidak terlalu jauh, kita bakal merebut Pulau Kharg, dan titik-titik prasarana minyak lainnya, dan mengambil alih kendali penuh atas Pasar Minyak dan Gas mereka, seperti nan telah kita lakukan dengan Venezuela," tambahnya.
Trump tidak memberikan rincian tentang langkah Washington bakal merebut terminal minyak Iran, Namun, operasi semacam itu nyaris pasti bakal memerlukan keterlibatan pasukan darat AS.
Ia pernah mengatakan tentang kemungkinan perebutan Pulau Kharg sebelumnya dalam perang AS-Israel di Iran, nan dimulai pada 28 Februari.
Pulau Kharg berada di jantung industri ekspor minyak Iran, tulang punggung ekonomi negara nan sekarang terpuruk akibat perang. Pulau ini terletak di lepas pantai Teluk Iran, ratusan kilometer barat laut dari Selat Hormuz nan sempit dan strategis.
Sebelum perang dengan Iran, Amerika Serikat menyatakan telah mengambil alih kendali industri minyak Venezuela setelah menggulingkan dan merebut kekuasaan mantan Presiden Nicolas Maduro pada Januari.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·