Tangkis Rudal Iran, Uea Berpaling Pada Iron Dome Israel

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Uni Emirat Arab dilaporkan menggunakan sistem pertahanan udara canggih buatan Israel seperti Iron Dome, untuk menghalau serangan berskala besar dari Iran pada hari Senin waktu setempat.

Menurut Kementerian Pertahanan UEA, sistem pertahanan udara sukses mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone nan diluncurkan ke arah negara tersebut. Ledakan dari pencegatan ini dilaporkan terjadi di beragam wilayah, dengan pihak berkuasa memastikan tidak ada kerusakan parah.

Sistem rudal Iron Dome milik Israel menembak jatuh salah satu rudal Iran nan ditembakkan ke UEA hari ini, kata seorang sumber kepada CNN nan dikutip detiINET. Kehadiran Iron Dome di UEA mengindikasikan bahwa pasukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) juga ditempatkan di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan sistem pertahanan Israel dinilai menandakan kemitraan nan semakin meluas antara Abu Dhabi dan Tel Aviv. Bahkan sejumlah laporan mengindikasikan kru Israel dikerahkan secara diam-diam berbareng sistem-sistem tersebut pada awal konflik.

Menurut laporan Financial Times dan Axios, Israel diam-diam memindahkan beberapa sistem pertahanan udara paling canggihnya ke Uni Emirat Arab, termasuk satu baterai Iron Dome, pasukan Israel untuk mengoperasikannya, dan sistem pengawasan canggih nan bisa mendeteksi drone serta rudal Iran dari jarak hingga 20 kilometer.

Menurut Financial Times, Israel juga mengirimkan salah satu jenis dari Iron Beam, sistem pertahanan udara berbasis laser. Hal ini menandai pengerahan operasional nan langka dari salah satu teknologi pertahanan terbaru Israel di luar perbatasannya sendiri.

UEA, nan tahun 2020 jadi negara Arab pertama dalam 26 tahun nan menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Perjanjian Abraham, memang menyatakan bahwa perang Iran dapat membentuk kembali aliansi regional Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap beberapa mitra Arab terdekat. Menurut Anwar Gargash, penasihat presiden UEA, sikap sesama monarki Arab Teluk pada saat ini secara historis adalah nan paling lemah.

Menurut sumber, ini bukan pertama kali Israel memasok sistem pertahanan udara ke UEA. Di 2022 setelah golongan Houthi di Yaman meluncurkan rudal ke Abu Dhabi nan menewaskan tiga orang, Israel mengirim baterai pertahanan udara Barak-8 ke negara tersebut menyusul permintaan dari Presiden UEA Mohammed bin Zayed kepada Perdana Menteri nan menjabat saat itu, Naftali Bennett.

Namun, perang ini juga mengungkap pemisah support dari Israel, di mana negara tersebut mencoba menyeimbangkan antara keinginannya untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Teluk dengan kebutuhan keamanan domestiknya sendiri.

Seorang sumber keamanan Israel mengatakan kepada CNN bahwa Israel terpaksa menolak permintaan Abu Dhabi untuk mendapatkan tambahan baterai Iron Dome. "Setiap baterai nan dikerahkan di sana berfaedah berkurangnya satu baterai untuk pertahanan udara kami," kata pejabat tersebut.


(fyk/fyk)


Sumber detik-inet