Bos Steam Kasih Rp 347 Miliar Ke Openai, Buat Apa?

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Ceo Valve sekaligus pemilik platform jual-beli game Steam, Gabe Newell, menjadi sorotan setelah ketahuan memberikan support finansial dalam jumlah nan besar kepada Open AI. Diperkirakan nomor mencapai lebih dari puluhan juta dolar.

Hal ini terungkap dari perseteruan norma nan sedang berjalan antara Elon Musk dan CEO OpenAI, Sam Altman. Keduanya pun terpaksa membeberkan sebuah catatan internal ke publik.

Dokumen-dokumen ini sebagian besar mencakup periode 2016 hingga 2020, saat OpenAI tetap dalam tahan pengembangan awal. Email-email tersebut memberikan gambaran tentang gimana para elit teknologi berkomunikasi dan berkolaborasi, sebelum akhirnya AI booming seperti sekarang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Percakapan-percakapan di email menguak info menarik, nan mana OpenAI awalnya dibentuk sebagai organisasi nirlaba namalain tidak berorientasi mencari untung finansial. Tujuannya adalah untuk mencegah satu orang pun mendapatkan terlalu banyak kekuasaan atas kecanggihan AI.

Selain tujuan awal dikembangkannya perusahaan tersebut, catatan-catatan nan diberikan juga menunjukkan bahwa Newell menyerahkan biaya sebanyak USD 20.008.279 alias sekitar Rp 347 miliar pada 2018, dilansir Gamerant, Selasa (5/5/2026).

Jumlah tersebut menjadikan Bos Valve itu sebagai penyumbang terbesar kedua di luar Elon Musk selama periode empat tahun tersebut. Selain sebagai pendukung finansial, laporan-laporan tersebut mengungkapkan bahwa Newell menduduki posisi di majelis penasihat informal.

Hal ini memungkinkan dirinya memberikan pengarahan kepada para pemimpin OpenAI, seperti Altman dan Greg Brockman, tanpa komplikasi norma dari bangku majelis formal. Pada saat itu, OpenAI sedang menguji sistemnya pada permainan Dota 2, dan pemasok pembelajaran mesin dilaporkan berkinerja sangat baik.

Namun memang kesukaan Newell terhadap teknologi tidak sebatas perangkat lunak saja. Dirinya diketahui sering berkomunikasi dengan Musk mengenai pengetahuan saraf, hingga akhirnya meluncurkan usahanya sendiri berjulukan Starfish Neuroscience.

Terlepas dari drama seputar tuntutan hukum, Newell tetap sangat optimis tentang masa depan machine learning. Ia percaya bahwa menguasai teknologi ini adalah satu-satunya langkah untuk tetap kompetitif di bumi kerja modern.


(hps/fay)


Sumber detik-inet