Sosok Presiden Meksiko Sheinbaum, Mau Tampung Iran Di Piala Dunia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gelaran Piala Dunia 2026 bakal dibuka Pada 11 Juni di Meksiko berbareng dua negara lain Amerika Serikat dan Kanada.

Namun perhelatan pesta sepak bola bumi tersebut kali inidibayang-bayangi kondisi geopolitik nan tidak stabil akibat perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampaknya, Iran dihambat untuk datang ke Amerika Serikat. Untung saja ada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo nan justru mempersilakan timnas Iran bermarkas di Tijuana, Meksiko.

"Amerika Serikat tidak mau tim nasional Iran menginap di Amerika Serikat," kata Claudia kepada wartawan.

Dia mengatakan seorang perwakilan FIFA kemudian bertanya: "Bisakah mereka menginap di Meksiko?"

"Dan kami berkata, 'Ya, tidak masalah. Kami tidak keberatan dengan itu'," katanya dikutip dari The Guardian.

Siapakah Claudia?

Claudia Sheinbaum lahir pada 24 Juni 1962 di Mexico City. Ia meraih gelar sarjana fisika pada tahun 1989, gelar master pada tahun 1994, dan gelar ahli di bagian teknik daya pada tahun 1995, semuanya dari Universitas Otonom Nasional Meksiko (UNAM).

Dari tahun 1995-2000 dan 2006-2015, Sheinbaum adalah personil fakultas dan peneliti di Institut Teknik di UNAM, menulis lebih dari 100 tulisan dan dua kitab tentang energi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, seperti dilihat dari laman Britannica.

Pada tahun 2007, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (di mana dia menjadi anggotanya) dan mantan wakil presiden AS Al Gore menerima Hadiah Nobel Perdamaian bersama-sama atas "upaya mereka untuk membangun dan menyebarluaskan pengetahuan nan lebih luas tentang perubahan suasana akibat aktivitas manusia, dan untuk meletakkan dasar bagi langkah-langkah nan diperlukan untuk menanggulangi perubahan tersebut."

Dalam pekerjaan politiknya, Claudia pernah menjabat sebagai sekretaris lingkungan hidup Kota Meksiko dari tahun 2000 hingga 2006, kepala delegasi (walikota) Tlalpan dari tahun 2015 hingga 2017, dan kepala pemerintahan (walikota) Kota Meksiko dari tahun 2018 hingga 2023.

Setelah menjabat wali kota, Claudia terpilih dan dilantik menjadi Presiden Meksiko pada tanggal 1 Oktober 2024. Pelantikan ini mencetak sejarah lantaran dia menjadi presiden wanita pertama berdarah Yahudi nan memimpin negara tersebut.

Meksiko tetap menjadi salah satu negara paling konservatif di Amerika Latin, dengan 65 presidennya sejak kemerdekaan dari Spanyol semuanya adalah laki-laki. Sebagai walikota Mexico City, Claudia membangun reputasi atas pendekatan kepemimpinannya nan berbasis data, dan mendapat pujian lantaran sukses mengurangi nomor pembunuhan di kota itu hingga setengahnya.

Kebijakannya bermaksud untuk meningkatkan pengeluaran keamanan pada ekspansi kepolisian dengan penghasilan nan lebih tinggi.

Ia berjanji untuk meniru pendekatan tersebut di seluruh Meksiko, nan terus dilanda tingkat kejahatan nan tinggi dan pengaruh besar kartel narkoba nan kuat. Para kritikus mempertanyakan seberapa realistis janji-janji tersebut bakal terbukti.

Setelah mempelajari teknik energi, dan kemudian ditunjuk untuk Panel Antar-pemerintah PBB tentang Perubahan Iklim, Sheinbaum berupaya untuk mencapai keseimbangan nan lebih hati-hati dalam inisiatif lingkungan.

Dia mengatakan bakal melindungi kekuasaan industri perusahaan minyak dan listrik milik negara Meksiko, sembari menyatakan minat untuk beranjak ke proyek daya terbarukan.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional