22 Negara Kompak Tuntut Iran Setop Serangan Teror Di Wilayah Mereka

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua puluh dua negara di seluruh bumi ramai-ramai menuntut Iran menghentikan serangan terhadap orang-orang dan akomodasi di wilayah mereka.

Ke-22 negara tersebut, ialah Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lituania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan Amerika Serikat (AS).

Puluhan negara ini mengecam dinas keamanan Iran nan dituduh menggunakan geng pidana internasional dan lokal untuk menyusun rencana "tercela" terhadap sejumlah entitas di Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, alias menyerang orang-orang di wilayah kami, merusak kedaulatan nasional dan norma-norma internasional. Tindakan-tindakan ini kudu segera dihentikan," demikian pernyataan berbareng mereka, seperti dikutip AFP, Kamis (11/6).

Menurut 22 negara, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabangnya, Pasukan Quds, telah terlibat dalam "perencanaan mematikan dan tindakan jahat" terhadap para pembelot Iran, jurnalis, hingga organisasi dan kepentingan Yahudi dan Israel.

"Kami berasosiasi dalam tekad untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman-ancaman ini. Republik Islam Iran kudu menyetop tindakan-tindakan ini sekarang juga," desak ke-22 negara.

Masih dalam pernyataan nan sama, ke-22 negara juga menuduh Iran berada di kembali serangkaian serangan di seluruh Eropa nan menargetkan organisasi Yahudi, wartawan Iran, dan wartawan AS. Serangan-serangan itu sendiri diklaim dilakukan oleh Harakat Ashab Al Yamin Al Islamiya (HAYI).

HAYI, nan namanya berfaedah Gerakan Islam Orang-orang Tangan Kanan, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan nan menargetkan organisasi Yahudi di Inggris Raya, Belgia, dan Belanda.

HAYI mengaku berada di kembali kejadian penusukan terhadap dua laki-laki Yahudi dan pembakaran terhadap sinagoge dan tempat-tempat organisasi Yahudi di utara London selama beberapa bulan terakhir.

Australia mengusir duta besar Iran untuk negara itu pada Agustus lampau usai menuduh Teheran mengarahkan setidaknya dua serangan anti-Semit, ialah pembakaran terhadap sinagoge di Melbourne dan pembakaran sebuah kafe kosher di Sydney.

Canberra juga menarik duta besarnya untuk Iran dan menangguhkan operasi kedutaan sebagai tanggapan.

Pada November, Australia juga mengambil langkah tegas dengan menetapkan Iran sebagai negara pendukung terorisme.

Kementerian Luar Negeri Iran saat itu menyatakan keputusan Canberra merupakan "tindakan nan menghina dan tidak dapat dibenarkan" nan melanggar patokan serta norma internasional.

(blq/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional