Siap Hibahkan Lahan Untuk Hindu Kaharingan, Bupati : Ritual Tiwah Potensi Sebagai Magnet Pariwisata

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) membuka kesempatan untuk menghibahkan lahan, nan selama ini digunakan oleh umat Hindu Kaharingan.

Rencana strategis ini, mencuat seusai audiensi antara Bupati Kotim, H Halikinnor, dengan pengurus Majelis Agama Hindu Kaharingan, Selasa (9/6).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu aspirasi utama nan disampaikan majelis adalah, permohonan hibah atas lahan nan saat ini tetap berstatus pinjam pakai.

Kepastian status lahan dinilai sangat krusial, agar aktivitas keagamaan mempunyai dasar kewenangan nan kuat secara hukum.

Halikinnor menegaskan, pada prinsipnya pemerintah wilayah merespons sangat positif usulan tersebut. Kendati demikian, tahapan manajemen dan legalitas aset kudu dikaji terlebih dahulu.

“Lokasi tanah nan digunakan itu statusnya tetap pinjam pakai, dan mereka meminta agar dihibahkan. Usulan ini kami terima, tetapi kelak bakal dipelajari dan diurus dulu oleh tim agar sesuai aturan,” ujar Halikinnor.

Menurut Bupati, kejelasan status kepemilikan lahan bakal membawa akibat jangka panjang nan menguntungkan. Apabila aset tersebut sudah sah dihibahkan, pihak majelis bakal jauh lebih mudah saat mengusulkan support biaya pembangunan, baik kepada pemerintah pusat maupun pihak ketiga.

Electronic money exchangers listing

Selain persoalan legalitas tempat ibadah, audiensi lintas sektor itu, juga menyepakati kejelasan, mengenai pembagian letak lahan pemakaman unik bagi umat Hindu Kaharingan di wilayah Kotim.

Tak sekadar membahas urusan lahan, Pemkab Kotim juga tengah menyiapkan, pola baru untuk mendukung kelestarian ritual sakral Tiwah. Lewat kombinasi tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pemerintah wilayah mau tradisi ini dikelola agar lebih terstruktur.

“Saya sudah meminta agar penyelenggaraan ritual Tiwah ini terus dikoordinasikan secara intens dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan. Tujuannya, agar aktivitas ini bisa diangkat menjadi agenda tetap daerah,” ucap Halikinnor.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini optimistis, jika dikemas dan dipromosikan dengan baik, ritual Tiwah mempunyai potensi besar sebagai magnet pariwisata.

“Harapan kita, ini bisa menjadi salah satu potensi wisata budaya andalan. Orang-orang dari luar wilayah bisa datang ke Kotim, unik untuk menyaksikan karakter prosesi Tiwah secara langsung,” pungkasnya. (bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) membuka kesempatan untuk menghibahkan lahan, nan selama ini digunakan oleh umat Hindu Kaharingan.

Rencana strategis ini, mencuat seusai audiensi antara Bupati Kotim, H Halikinnor, dengan pengurus Majelis Agama Hindu Kaharingan, Selasa (9/6).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu aspirasi utama nan disampaikan majelis adalah, permohonan hibah atas lahan nan saat ini tetap berstatus pinjam pakai.

Electronic money exchangers listing

Kepastian status lahan dinilai sangat krusial, agar aktivitas keagamaan mempunyai dasar kewenangan nan kuat secara hukum.

Halikinnor menegaskan, pada prinsipnya pemerintah wilayah merespons sangat positif usulan tersebut. Kendati demikian, tahapan manajemen dan legalitas aset kudu dikaji terlebih dahulu.

“Lokasi tanah nan digunakan itu statusnya tetap pinjam pakai, dan mereka meminta agar dihibahkan. Usulan ini kami terima, tetapi kelak bakal dipelajari dan diurus dulu oleh tim agar sesuai aturan,” ujar Halikinnor.

Menurut Bupati, kejelasan status kepemilikan lahan bakal membawa akibat jangka panjang nan menguntungkan. Apabila aset tersebut sudah sah dihibahkan, pihak majelis bakal jauh lebih mudah saat mengusulkan support biaya pembangunan, baik kepada pemerintah pusat maupun pihak ketiga.

Selain persoalan legalitas tempat ibadah, audiensi lintas sektor itu, juga menyepakati kejelasan, mengenai pembagian letak lahan pemakaman unik bagi umat Hindu Kaharingan di wilayah Kotim.

Tak sekadar membahas urusan lahan, Pemkab Kotim juga tengah menyiapkan, pola baru untuk mendukung kelestarian ritual sakral Tiwah. Lewat kombinasi tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pemerintah wilayah mau tradisi ini dikelola agar lebih terstruktur.

“Saya sudah meminta agar penyelenggaraan ritual Tiwah ini terus dikoordinasikan secara intens dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan. Tujuannya, agar aktivitas ini bisa diangkat menjadi agenda tetap daerah,” ucap Halikinnor.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini optimistis, jika dikemas dan dipromosikan dengan baik, ritual Tiwah mempunyai potensi besar sebagai magnet pariwisata.

“Harapan kita, ini bisa menjadi salah satu potensi wisata budaya andalan. Orang-orang dari luar wilayah bisa datang ke Kotim, unik untuk menyaksikan karakter prosesi Tiwah secara langsung,” pungkasnya. (bah/kpg)

Sumber prokalteng