CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Ada sejumlah kalimat nan sering diucapkan oleh orang tua, rupanya bisa melukai hati anak. Apa saja itu? (iStockphoto/gahsoon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Orang tua sering kali tidak sadar ada sejumlah perkataan nan rupanya memengaruhi emosi anak. Meski orang tua menganggapnya tidak masalah, rupanya ada sejumlah kalimat nan sering diucapkan orang tua, tetapi malah melukai hati anak.
Anak-anak condong mengingat perkataan orang tuanya. Jika Anda sebagai orang tua tidak hati-hati dalam berbicara, perkataan Anda bisa berakibat jelek terhadap kepercayaan diri dan kestabilan emosi anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat nan sering diucapkan orang tua tetapi melukai anak
Berikut ini sejumlah kalimat nan sering diucapkan orang tua, tetapi tanpa disadari melukai hati anak:
1. "Kenapa Anda tidak bisa seperti kakakmu/adikmu?"
Terkadang orang tua tanpa sadar sering membandingkan anak-anaknya dan emosi ini bisa tersurat di depan anak ketika sedang kesal.
Menurut Psychology Today, membanding-bandingkan antara kakak dan adik bisa menumbuhkan rasa iri dan persaingan tidak sehat antara kerabat kandung.
2. "Coba lihat temanmu penurut sekali, kok Anda tidak bisa?"
Selain membandingkan antarsaudara, membandingkan anak dengan anak lain juga bisa memberi pengaruh negatif nan sama. Hal ini dapat merusak nilai diri anak dan persaingan nan tak sehat pula.
3. "Ayah/Ibu pikir nilaimu bakal lebih baik dari ini."
Kalimat nan mengungkapkan kekecewaan, tetapi tak ada support apa pun, bisa melukai hati anak.
Memiliki angan nan tinggi pada anak itu merupakan perihal wajar. Namun mengungkapkan kekecewaan tanpa memberikan semangat, bisa membikin anak merasa tak bisa dan menimbulkan kecemasan.
4. "Ayah/Ibu sudah berkorban banyak untuk kamu, tetapi Anda kok seperti itu?"
Orang tua memang banyak berkorban untuk membesarkan anak. Namun terlahir ke bumi bukanlah pilihan anak, jadi jangan salahkan mereka ketika Anda tak puas dengan hidup. Mengucapkan kalimat ini bisa membikin anak jadi lebih tertutup.
5. "Awas, lho, jika Ayah/Ibu meninggal, Anda baru tahu rasa."
Kalimat ini kadang terucap ketika anak melakukan suatu kenakalan alias membantah. Cara ini justru membikin anak merasa bersalah dan membikin mereka merasa tak bisa melakukan apa pun.
6. "Kok, Anda tambah gendut?"
Melakukan body shaming, baik itu lantaran anak terlalu gendut alias kurus, bisa sangat melukai nilai diri anak. Jika sering diucapkan, ini dapat menyebabkan masalah pada perspektif anak soal gambaran tubuh.
7. "Ini gampang, kok. Masa Anda tidak paham?"
Perkalian alias pembagian sederhana mungkin mudah bagi Anda, tetapi jangan meremehkan anak lantaran tak mengerti. Mengatakan kalimat ini bisa merusak kepercayaan diri dan menurunkan motivasi untuk mencari jawaban tepat.
8. "Percuma, menangis tidak bakal mengubah apa pun."
Sama seperti orang dewasa, anak-anak menangis lantaran jengkel dan emosional. Menafikan emosi anak dengan menyuruhnya berakhir menangis, bisa membikin mereka meredam perasaannya dan ini tidak baik dalam jangka panjang.
9. "Kamu selalu bikin malu Ayah/Ibu saja."
Saat anak bertindak tidak sopan di ruang publik, orang tua biasanya melontarkan kalimat ini. Mengutip Times of India, kalimat ini bisa membikin anak merasa dipermalukan di depan umum dan seiring waktu membikin mereka mengaitkan kesalahan dengan rasa takut dihakimi.
10. "Semua orang jadi tidak senang gara-gara kamu."
Saat orang tua sedang kecewa, terkadang tak sadar melontarkan kalimat ini. Hati-hati, perkataan ini bisa memengaruhi perkembangan emosional anak.
Jika berulang kali mendengarkan ucapan ini, anak bakal merasa diperas secara emosional dan mulai menganggap diri sebagai beban.
Itu dia beberapa kalimat nan sering diucapkan oleh orang tua, tetapi tanpa disadari melukai hati anak. Jadi, bagi para Ayah dan Ibu, sebaiknya pilih kata-kata dengan jeli sebelum disampaikan kepada anak.
(rti)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·