Sampah Plastik Di Palangka Raya Bisa Diolah Jadi Paving Block

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan penerapan konsep reduce, reuse, recycle (3R) sebagai upaya mengurangi timbulan sampah di wilayah setempat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Senin (25/5/2026) mengatakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya krusial dilakukan, termasuk pemanfaatan sampah plastik nan dapat diolah menjadi paving block.

Menurut Achmad Zaini, setiap rumah tangga tidak mungkin terlepas dari produksi sampah sehingga masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola.

“Kalau setiap rumah tangga sudah terbiasa memilah sampah, artinya ada sampah organik dan anorganik. Organiknya bisa diolah jadi pupuk, anorganiknya juga diolah sesuai karakteristiknya,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah jenis sampah seperti plastik, kardus, dan kertas tetap mempunyai nilai guna andaikan dikelola melalui pusat daur ulang maupun bank sampah. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Misalnya plastik, jika dibuang ke TPA tidak hancur-hancur. Di dalam kota kita lakukan pengelolaan, ada pusat daur ulang sampah, misalnya dibikin paving block. Kardus dan kertas juga bisa diolah menjadi bubur kertas,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membujuk masyarakat menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui konsep 3R guna mengurangi sampah sejak awal.

Electronic money exchangers listing

“Reduce itu gimana apa nan kita lakukan jangan sampai menjadi sampah, reuse menggunakan kembali peralatan jangan sekali pakai, dan recycle ialah mendaur ulang seperti nan sudah dilakukan,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan penerapan konsep reduce, reuse, recycle (3R) sebagai upaya mengurangi timbulan sampah di wilayah setempat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Senin (25/5/2026) mengatakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya krusial dilakukan, termasuk pemanfaatan sampah plastik nan dapat diolah menjadi paving block.

Menurut Achmad Zaini, setiap rumah tangga tidak mungkin terlepas dari produksi sampah sehingga masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola.

Electronic money exchangers listing

“Kalau setiap rumah tangga sudah terbiasa memilah sampah, artinya ada sampah organik dan anorganik. Organiknya bisa diolah jadi pupuk, anorganiknya juga diolah sesuai karakteristiknya,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah jenis sampah seperti plastik, kardus, dan kertas tetap mempunyai nilai guna andaikan dikelola melalui pusat daur ulang maupun bank sampah. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Misalnya plastik, jika dibuang ke TPA tidak hancur-hancur. Di dalam kota kita lakukan pengelolaan, ada pusat daur ulang sampah, misalnya dibikin paving block. Kardus dan kertas juga bisa diolah menjadi bubur kertas,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membujuk masyarakat menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui konsep 3R guna mengurangi sampah sejak awal.

“Reduce itu gimana apa nan kita lakukan jangan sampai menjadi sampah, reuse menggunakan kembali peralatan jangan sekali pakai, dan recycle ialah mendaur ulang seperti nan sudah dilakukan,” tutupnya. (adr)

Sumber prokalteng