Foto : Proses pembangunan box culvert di Jl. Palangka Raya - Buntok Ruas Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan oleh BPJN Kementerian PUPR Wilayah III Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025.(ist)
Stevano Tampetu 25/05/2026 Kalimantan Tengah, Terkini 4 Views
BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Wilayah III, Provinsi Kalimantan Tengah mengaku bahwa pembuatan Box Culvert (Gorong-gorong) di Jalan Raya Palangka Raya – Buntok ruas desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan desainnya tidak menggunakan cerucuk lantaran argumen teknis.
Hal ini diungkapkan oleh PPK 3.5 Wilayah III BPJN Provinsi Kalteng, Slamet. S, saat ditemui di Kantornya, Senin (25/5/2026).
Diungkapkan Slamet, pembangunan 2 buah box culvert nan merupakan bagian dari proyek preservasi jalan dan jembatan Palangka Raya – Bagugus – bukit batu – Lungkuh Layang – Kalahien tahun 2025 itu menelan biaya sekitar Rp3 miliar.
Dia kemudian menjelaskan, secara teknis pembangunan box culvert di wilayah tersebut memang desainnya tidak menggunakan cerucuk, dikarenakan letak itu kondisi tanahnya relatif stabil.
“Pekerjaan box culvert di Pararapak sudah sesuai teknis, lantaran kondisi tanahnya stabil, maka tidak perlu dikasih cerucuk. nan kudu menggunakan cerucuk itu adalah di daerah-daerah nan kondisi tanahnya kurang stabil, ialah seperti di wilayah tanah gambut,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, jalan raya Palangka Raya – Buntok ruas Desa Pararapak, merupakan wilayah nan mengalami kerusakan sangat parah akibat musibah banjir besar nan menerpa Barsel pada awal tahun 2025 lalu.
Selain di Desa Pararapak, kerusakan parah juga terjadi di wilayah Desa Kalahien dan Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan. Bahkan, akibat banjir tersebut sempat membikin lumpuh jalur penghubung satu-satunya ke Palangka Raya dari Kabupaten Barito Timur dan Barsel itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·