Review Macbook Pro M5: Ai Ngebut, Gaming Makin Ngegas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Apple makin menguatkan posisinya pasar laptop premium dengan menghadirkan MacBook Pro baru di Indonesia. Kali ini dimodali chip terbarunya M5 nan dijanjikan membawa lompatan performa signifikan terutama di ranah kepintaran buatan (AI).

Tapi apakah upgrade ini cukup argumen untuk menjadikannya daily driver pengguna profesional? detikINET sudah menjajal langsung dan berikut ini hasilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Performa

Inilah inti dari MacBook Pro M5 adalah lompatan performa nan bukan sekadar nomor di atas kertas, melainkan terasa langsung di tiga area nan paling krusial: AI, video editing, dan gaming.

Chip M5 datang dengan GPU generasi berikutnya nan dilengkapi Neural Accelerator tertanam di setiap inti GPU. Apple menyatakan performa AI-nya melesat hingga 3,5 kali lebih sigap dibanding generasi sebelumnya.

Besar? Tentu saja, tapi klaim tinggal klaim jika tidak diuji. detikINET pun turun tangan langsung.

Kami menggunakan Draw Things untuk merender gambar AI via model LLM lokal. MacBook Pro M4 butuh 167 detik untuk menuntaskan tugasnya. M5? Hanya 91 detik.

Pengujian MacBook Pro M5Pengujian Draw Things di MacBook Pro M4 vs M5 Foto: ADi FR/detikINET

Selisihnya 45,5% bukan nomor kecil. Bagi pembuat Indonesia nan mengandalkan CapCut alias Runway ML, ini berfaedah workflow nan jauh lebih ringkas tanpa kudu berjuntai pada cloud berbayar mahal alias hubungan nan kadang putus-nyambung.

Di sisi performa umum, Apple menyatakan peningkatan CPU 18-30% dan GPU 33-40% dibanding M4. Geekbench 6 membuktikan klaim itu masuk akal.

Hasil uji single-core MacBook Pro M5 tembus 4.029, multi-core menyentuh 16.730, naik signifikan dari M4 nan masing-masing berdiri di 3.569 dan 14.289. Dampaknya langsung terasa saat membuka 30 tab Chrome, Final Cut Pro, dan Pixelmator Pro secara bersamaan. Laptop ini tidak berkedip.

MacBook Pro M5Perbandingan MacBook Pro M4 vs M5 Foto: Adi FR/detikINET

Untuk video editing, hasilnya berbincang sendiri. Ekspor file 4K sebesar 20 GB lewat Final Cut Pro selesai dalam 36 detik. Transcode video 4K berdurasi 1 menit ke format 1080p 60fps di CapCut hanya 15 detik.

Angka nan terus terang mengejutkan untuk laptop tanpa GPU diskrit. Kecepatan SSD nan sekarang dua kali lipat lebih sigap dari M4 juga ikut andil - impor footage RAW berukuran raksasa pun mengalir mulus tanpa drama.

Siapa bilang MacBook bukan buat gaming? M5 siap membungkam skeptis tersebut.

Cyberpunk 2077, salah satu game paling berat secara visual, melangkah di kisaran 55-60 FPS. Lompatan nyata dari M4.

Yang lebih mengejutkan: kipas tetap senyap, palm rest hanya terasa hangat, bukan panas menyengat. MacBook Pro M5 tidak panas meski diajak kerja keras.

Stray juga diuji, dan hasilnya apalagi lebih memukau: frame rate rata-rata stabil di 60-90 FPS, jauh di atas M4 nan biasanya mentok di 45-58 FPS. Efek pencahayaan neon, refleksi permukaan basah, dan gambaran bergerak kota cyberpunk tampil lebih hidup dan immersive dari sebelumnya.

Baterai

MacBook Pro M5 2025 MacBook Pro M5. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Satu perihal nan tidak pernah mengecewakan dari MacBook Pro era Apple Silicon adalah daya tahan baterai. Dan M5 tidak beriktikad mengubah tradisi itu.

Baterai 72,4 Wh ini bukan sekadar nomor di atas kertas. Apple menyatakan ketahanan hingga 24 jam video playback.

DetikINET memutuskan untuk mengujinya dengan langkah nan lebih manusiawi: dua movie 4K, lima jam nonton maraton. Hasilnya? Baterai hanya terkuras 26%.

Untuk simulasi kerja harian - browsing Safari, balas pesan, editing ringan, streaming YouTube dan Apple Music - MacBook Pro M5 tetap menyisakan 45% di penghujung hari.

Artinya, charger bisa ditinggal di rumah. Bukan lantaran nekat, tapi lantaran memang tidak dibutuhkan.

Lalu gimana jika dipakai gaming? Sesi dua jam bermain Stray menguras baterai sekitar 38% - nomor nan wajar mengingat beban GPU nan bekerja penuh. Bawa ke kafe, main dua jam, tetap ada sisa untuk kerja setelahnya.

Dan jika suatu hari baterai betul-betul sekarat, fast charging 96W siap membantu: cukup 30 menit, daya sudah kembali ke 50%. Lebih dari cukup untuk memperkuat hingga rapat berikutnya.

Layar

Layar 14,2 inci Liquid Retina XDR dengan teknologi Mini-LED ini bukan sekadar "bagus untuk ukuran laptop" - ini memang salah satu panel terbaik nan bisa Anda temukan. Resolusi 3024 x 1964 piksel (254 ppi) menghasilkan teks tajam dan gambar nan terasa hidup.

MacBook Pro M5 2025Layar MacBook Pro M5 2025 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Angka-angkanya berbincang sendiri: brightness 1.000 nits sustained untuk SDR, melonjak ke 1.600 nits peak saat konten HDR masuk, dengan contrast ratio 1.000.000:1. Ditambah support warna P3 wide color, True Tone, dan 1 miliar warna - mengedit foto di Lightroom alias menonton movie 4K di sini terasa seperti nonton di bioskop pribadi.

ProMotion 120Hz adaptive refresh rate membikin scrolling dan animasi terasa seperti mentega. Bagi nan baru naik kelas dari MacBook Air, perbedaannya bakal langsung terasa sejak detik pertama.

Satu catatan khusus: kami sempat menguji jenis dengan nano-texture glass di MacBook Pro M4, dan layar ini sangat direkomendasikan bagi nan sering kerja di kafe alias ruang terbuka.

Pantulan sinar Matahari berkurang drastis tanpa terlalu mengorbankan ketajaman warna. Tapi jika Anda lebih sering menonton video di dalam ruangan, jenis standar sudah lebih dari memuaskan.

Notch di bagian atas bukan sekadar "tempat kamera numpang" - kamera 12MP di dalamnya menghasilkan gambar tajam dan akurat, dengan keahlian menyesuaikan perubahan pencahayaan secara efektif.

MacBook Pro M5 2025Center Stage MacBook Pro M5 2025 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Center Stage memastikan wajah Anda selalu berada di tengah frame meski tubuh bergerak-gerak saat video call. Ada pula Desk View nan memanfaatkan perspektif bawah lensa kamera - berfaedah saat perlu menampilkan arsip alias objek bentuk ke musuh bicara.

Soal audio, MacBook Pro M5 datang dengan sistem 6 speaker yang, jujur saja, terasa tidak masuk logika untuk sebuah laptop. Speaker diposisikan di area keyboard dan tepat di bawah layar, mengarahkan bunyi langsung ke pengguna.

Hasilnya volume maksimal tetap bersih tanpa distorsi, bass menggelegar tanpa berat di bodi, dan support Dolby Atmos membikin lagu spatial di Apple Music terasa dimensi lain - bukan sekadar gimmick.

Desain

MacBook Pro M5 2025 Tampilan MacBook Pro M5. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Dari luar, MacBook Pro 14 inci M5 nyaris tidak bisa dibedakan dari M4. Dan itu bukan kritik - itu bukti bahwa desainnya memang sudah betul sejak awal, dan Apple tahu kapan kudu tidak mengubah sesuatu nan tidak perlu diperbaiki.

Bodi aluminium unibody dari material daur ulang tetap datang dengan ketebalan 1,55 cm dan berat 1,55 kg - ringan untuk kelasnya, kokoh tanpa kompromi. Space Black dan Silver sama-sama terasa mewah di tangan: anti-fingerprint, tanpa fleks sedikit pun meski sasis ditekan keras.

Notch di layar tetap ada, tapi sekarang menyatu begitu mulus dengan bezel tipis sampai lama-lama mata tidak lagi menyadarinya.

Port-nya tetap salah satu nan paling komplit di kelas pro: tiga Thunderbolt 4/USB-C, HDMI 2.1, slot SDXC, MagSafe 3, dan jack headphone 3,5 mm. Model base belum kebagian Wi-Fi 7 - tetap Wi-Fi 6E - tapi bagi pembuat Indonesia nan kerja berpindah-pindah, konektivitasnya sudah jauh melampaui kebutuhan sehari-hari.

MacBook Pro M5 2025MacBook Pro M5 2025 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Magic Keyboard dengan Touch ID haptic dan trackpad jumbo-nya? Masih nan terbaik di industri, belum ada nan betul-betul menyainginya. Mengetik berjam-jam tetap nyaman.

Dan nan paling diam-diam mengesankan: mesin ini tetap senyap. Fan nyaris tidak terdengar apalagi saat render video berat.

Opini detikINET

MacBook Pro M5 14 inci bukan laptop nan datang dengan kejutan besar. Desainnya sama, layarnya sama - dan justru di situlah rahasianya.

MacBook Pro M5 2025MacBook Pro M5 2025 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Yang berubah adalah bagian nan paling penting: performa. Lompatan nyata di AI, video editing, dan gaming menjadikannya mesin nan paling relevan untuk pengguna modern. Jadi bukan lantaran tampilannya baru, tapi lantaran dalamnya sudah berbeda kelas.

Layarnya tetap tolok ukur industri. Baterainya memperkuat lebih dari seharian penuh. Desainnya tetap premium tanpa kudu berteriak.

Untuk content creator, developer nan aktif mengolah model AI lokal, alias siapa pun nan menjadikan laptop sebagai perangkat kerja utama - MacBook Pro M5 14 inch bukan sekadar pilihan masuk akal. Ini pilihan nan bakal susah Anda sesali.


(afr/afr)


Sumber detik-inet