Ponsel Tak Lagi Jadi Raja? Ceo Qualcomm Ungkap Penggantinya

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Jakarta -

Qualcomm sedang mengembangkan lebih dari 40 kreasi perangkat AI baru, ungkap CEO Cristiano Amon, seiring persiapan perusahaan perancang chip tersebut dalam menyambut gelombang agen"AI di seluruh perangkat elektronik konsumen.

"Saya rasa bakal ada banyak penelitian dengan beragam corak perangkat (form factor). Saat ini, kami mempunyai lebih dari 40 kreasi perangkat tersebut, dan saya katakan kepada Anda, ragam bentuknya sangat, sangat beragam," kata Amon nan dikutip detikINET dari CNBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amon menyebut perangkat teknologi nan dapat dikenakan (wearable) ini mencakup perhiasan, earbuds nan dilengkapi kamera, pin, dan jam tangan.

"Prinsipnya adalah sesuatu nan Anda kenakan, sesuatu nan selalu berbareng Anda setiap saat, sesuatu nan dapat memandang bumi di sekitar Anda, sehingga Anda mempunyai konteks dan keahlian untuk mengakses serta berkomunikasi dengan agen," ujarnya.

Agen (AI) dipandang sebagai perkembangan selanjutnya asisten digital seperti Siri milik Apple alias Gemini dari Google. Industri teknologi bertaruh agen-agen ini bakal bisa menjalankan tugas lebih panjang dan kompleks melintasi beragam aplikasi dan layanan, seperti memesan tiket liburan.

Amon memberikan contoh tentang pemasok nan mengambil perincian transaksi perbankan, sehingga pengguna tidak perlu menavigasi aplikasi dan mencari secara manual. Ini menandakan langkah kita berinteraksi dengan aplikasi bakal berubah drastis di masa depan, ketika pemasok mengambil alih penyelenggaraan tugas.

"Aplikasi tidak meninggal tetapi aplikasi bakal berubah. Agen-agen itulah nan bakal menjadi aplikasi baru," tambahnya.

CEO Qualcomm Cristiano Amon Foto: undefined

Menjamurnya pemasok AI dan berubahnya langkah kita menggunakan aplikasi di masa depan juga dapat mengubah hubungan orang dengan smartphone, serta menciptakan kesempatan bagi jenis perangkat baru untuk meledak. Agen AI bersiap mengganti HP sebagai pusat kehidupan digital.

"Ponsel bakal berpusat di sekitar agen. Kelas perangkat nan baru juga bakal berpusat pada agen. Dan pemasok inilah nan bakal memahami niat manusia dan bakal melakukan banyak perihal untuk Anda, jadi ada pergeseran mengenai apa nan menjadi titik pusatnya," jelas Amon, seraya menambahkan ponsel takkan menghilang sepenuhnya.

Ia optimis terhadap kacamata pandai nan berpotensi menyaingi smartphone. Pengiriman kacamata pandai saat ini puluhan juta"per tahun. Beberapa tahun ke depan Amon memprediksi angkanya ratusan juta dan sebesar pasar HP.

Sebagai perbandingan, terdapat 1,26 miliar smartphone dikirimkan pada 2025 menurut riset Counterpoint, naik sekitar 3% dibanding tahun sebelumnya. Berbagai perusahaan raksasa, mulai Meta hingga Samsung, saat ini berkompetisi mengembangkan kacamata pintar.

Pergeseran lanskap perangkat dapat membuka pintu bagi jenis perusahaan baru untuk bersaing di pasar hardware konsumen. Tahun lalu, OpenAI mengakuisisi io, startup nan didirikan desainer Apple, Jony Ive, untuk merambah pasar perangkat konsumen.

Motivasi lain di kembali masuknya pemain baru di sektor hardware adalah penguasaan data. Amon mengatakan perangkat-perangkat ini bakal mengumpulkan info jauh lebih besar dibandingkan info nan digunakan untuk melatih model AI.

"Jadi perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan akses ke info itu, lantaran perihal tersebut krusial untuk melatih model di masa depan sekaligus menciptakan pengalaman AI nan dibuat unik bagi penggunanya," ungkap Amon.


(fyk/afr)

Sumber detik-inet