Pesaing Starlink Dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Amazon bakal meluncurkan jasa internet satelitnya pada pertengahan tahun 2026. Hal ini diungkap oleh CEO Amazon Andy Jassy dalam surat tahunannya untuk pemegang saham.

Layanan berjulukan Amazon Leo (sebelumnya Project Kuiper) ini digarap sebagai pesaing Starlink milik SpaceX. Amazon mengatakan Leo bakal mendukung kecepatan download hingga 1Gbps, sementara kecepatan download Starlink di kisaran 45-280 Mbps.

Jassy tidak menyebut apakah tanggal peluncuran pada pertengahan 2026 sudah termasuk agenda kesiapan untuk konsumen. Juru bicara Amazon mengatakan pihaknya belum mempunyai info komplit untuk dibagikan saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak akhir tahun lalu, Amazon sudah membujuk perusahaan terpilih untuk menguji coba jasa internet satelitnya berkecepatan tinggi. Maskapai penerbangan Delta dan JetBlue sudah menandatangani perjanjian untuk menggunakan jasa Leo di penerbangan.

Bisnis lain nan menjalin kesepakatan dengan Amazon termasuk AT&T, Vodafone, DirecTV Latin America, hingga NASA, seperti dikutip dari Engadget, Senin (13/4/2026).

Kapan pun layanannya tersedia untuk konsumen, Amazon Leo bakal menawarkan lebih banyak untung dibandingkan Starlink. Leo kabarnya bakal menawarkan performa uplink hingga delapan kali lebih sigap dan kecepatan download dua kali lipat dibandingkan Starlink.

Amazon mengatakan jasa internet satelit Leo juga bakal lebih murah, serta sudah termasuk integrasi AWS native untuk penyimpanan info perusahaan, analitik, dan AI.

Terlepas dari deretan untung tersebut, Amazon Leo sepertinya memerlukan waktu lama untuk menyediakan jasa internet satelit dalam skala besar.

Layanan Amazon Leo saat ini mundur dari jadwalnya, dan saat ini hanya ada 241 satelit nan sudah mengorbit. Starlink nan sudah aktif sejak tahun 2019 saat ini sudah mempunyai lebih dari 10.000 satelit di orbit.

Pada bulan Januari, Amazon meminta Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat untuk memperpanjang tenggat waktu nan jatuh pada Juli 2026 nan mewajibkan mereka mempunyai 1.600 satelit di orbit. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu mengatakan mereka memperkirakan hanya sekitar 700 satelit nan bakal beraksi pada tenggat waktu tersebut.


(vmp/vmp)

Sumber detik-inet