Penghuni Apartemen Mediterania Jakbar Ngeluh Sesak Napas, Ini Bahaya Hirup Asap Kebakaran

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Jakarta -

Kebakaran nan terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, sejumlah penunggu mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal nan muncul saat kejadian berlangsung.

Manajer Apartemen Tower C, Anggi, memastikan bahwa tidak ada korban meninggal bumi dalam kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa keluhan utama nan dialami penunggu adalah sesak napas akibat banyaknya asap nan terhirup.

"Jadi korban jiwa tidak ada. Paling memang lantaran ada banyak asap saja, jadi agak sesak napas. Korban jiwa saat ini nggak ada," ujarnya, dikutip dari detikNews, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran pertama kali terdeteksi melalui sistem perlindungan otomatis nan terpasang di apartemen. Setelah sirine aktif, pihak pengelola segera menuju letak untuk melakukan penanganan awal. Beruntung, tim pemadam kebakaran berada tidak jauh dari letak sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan sigap sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Saat ini, proses pemindahan tetap berlangsung. Petugas dan pengelola apartemen terus melakukan penyisiran di setiap lantai guna memastikan tidak ada penunggu nan tertinggal di dalam gedung.

"Kami tetap konsentrasi pada proses pengamanan terlebih dulu dan memastikan seluruh area aman," tambah Anggi.

Bahaya Menghirup Asap saat Kebakaran

Kasus sesak napas nan dialami penunggu apartemen ini berangkaian dengan kondisi nan dikenal sebagai smoke inhalation alias menghirup asap dalam jumlah besar. Kondisi ini sering terjadi pada korban kebakaran, baik di bangunan, kendaraan, maupun kebakaran hutan.

Dikutip dari Cleveland Clinic, menghirup asap dapat merusak saluran pernapasan dan paru-paru. Selain itu, asap sering mengandung unsur rawan seperti karbon monoksida dan sianida nan dapat mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh dan berpotensi memicu kondisi fatal jika terhirup dalam jumlah besar.

Bahkan paparan asap dalam jumlah mini sekalipun dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk kondisi penyakit pernapasan seperti asma alias penyakiit paru obstruktif kronis PPOK.

Gejala nan Perlu Diwaspadai

Beberapa indikasi umum akibat menghirup asap antara lain:

  • Sesak napas
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Suara napas bersuara (mengi)
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kebingungan hingga pingsan dalam kasus berat

Dalam situasi tertentu, paparan asap juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kandas napas akut, kerusakan organ akibat kekurangan oksigen, hingga serangan jantung alias stroke.

Siapa pun nan terpapar asap dalam kebakaran disarankan segera mencari support medis, terutama jika mengalami indikasi pernapasan alias merasa telah menghirup asap dalam jumlah besar. Penanganan sigap sangat krusial untuk mencegah komplikasi nan lebih berbahaya.

Selain itu, dalam kondisi lingkungan berasap, masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan ventilasi tertutup alias menggunakan masker guna meminimalkan paparan.

Peristiwa kebakaran di Apartemen Mediterania ini menjadi pengingat bahwa meskipun tidak selalu menimbulkan korban jiwa, akibat asap tetap rawan dan memerlukan perhatian serius, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan kesehatan para korban terdampak.

Saksikan Live DetikSore:

Simak Video "Video: Stop Bakar Sampah Sembarangan! Ada Aturan Hukumnya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Sumber detik-health