Pap Smear Jadi Langkah Penting Deteksi Dini Kanker Serviks

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Kamis, 11 Jun 2026 21:06 WIB

Ilustrasi rahim perempuan Ilustrasi. (Foto: iStock/Ivan-balvan).

Jakarta, CNN Indonesia --

Pap smear menjadi salah satu pemeriksaan krusial untuk mendeteksi awal kanker serviks sebelum indikasi muncul. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari permukaan leher rahim (serviks) menggunakan sikat unik untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Bersama tes HPV DNA, pap smear merupakan metode skrining kanker serviks nan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan RI, dan American Cancer Society berasas pedoman terbaru.

Pemeriksaan ini dinilai krusial mengingat kanker serviks tetap menjadi salah satu kanker dengan nomor kejadian tertinggi pada wanita Indonesia. Setiap hari, sekitar 56 wanita Indonesia meninggal akibat penyakit tersebut. Ironisnya, sekitar 70 persen kasus baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut lantaran pasien tidak pernah menjalani skrining rutin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kesempatan kesembuhan bakal jauh lebih besar jika kanker serviks ditemukan sejak dini. Tingkat angan hidup lima tahun pada pasien nan terdiagnosis pada stadium awal dapat mencapai lebih dari 90 persen.

Sejumlah negara nan menerapkan program skrining terorganisir, seperti Islandia dan Finlandia, apalagi sukses menekan nomor kematian akibat kanker serviks hingga 80 persen.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Onkologi Kandungan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Dr. dr. Tricia Dewi Anggraeni, SpOG(K) Subs.Onk, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aspek nan dapat meningkatkan akibat seseorang terkena kanker serviks.

Faktor tersebut antara lain mempunyai banyak pasangan seksual alias bertukar-tukar pasangan, melakukan aktivitas seksual pada usia dini, mempunyai riwayat jangkitan menular seksual, kurang menjaga kebersihan organ intim, serta kebiasaan merokok.

"Memiliki satu alias lebih aspek akibat di atas bukan berfaedah pasti terkena kanker serviks. Namun, semakin banyak aspek nan dimiliki, semakin krusial untuk melakukan pap smear secara rutin," jelasnya.

Adapun agenda pemeriksaan pap smear disesuaikan dengan usia. Perempuan berumur 21 hingga 29 tahun dianjurkan menjalani pap smear setiap tiga tahun.

Sementara pada usia 30 hingga 64 tahun, pemeriksaan pap smear dapat dilakukan setiap tiga tahun alias dikombinasikan dengan tes HPV DNA setiap lima tahun. Untuk usia di atas 65 tahun, kebutuhan skrining ditentukan berasas rekomendasi dokter.

Melalui pemeriksaan ini, master dapat mengidentifikasi perubahan sel abnormal nan berpotensi berkembang menjadi kanker. Pada kondisi normal, serviks tampak sehat tanpa luka. Memasuki stadium awal, perubahan jaringan mulai terjadi meski sering kali belum menimbulkan keluhan.

Pada stadium lanjut, permukaan serviks dapat menjadi rentan dan mudah berdarah saat disentuh. Sementara pada stadium akhir, kanker telah menyebar ke luar serviks hingga jaringan di area panggul.

Deteksi pada stadium awal memberikan kesempatan kesembuhan nan jauh lebih besar. Inilah argumen utama kenapa pap smear rutin sangat dianjurkan.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle