Palestina Marah Israel Blak-blakan Mau Caplok Hebron Tepi Barat

Sedang Trending 10 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Palestina meminta bumi mengambil tindakan usai Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, mencabut perjanjian Hebron 1997.

Perjanjian itu mencakup kewenangan perencanaan Palestina di Kota Hebron, Tepi Barat, termasuk di situs-situs suci.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan Israel tak punya kedaulatan atas Hebron alias bagian mana pun dari wilayah Palestina nan diduduki.

"Langkah Smotrich mencabut kewenangan Pemerintah Kota Hebron, termasuk atas Masjid Ibrahimi, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap norma [internasional]," kata Shahin, dikutip Al Jazeera, Rabu (17/6).

Dia lampau berujar, "Tindakan terlarangan ini tidak sah. Komunitas internasional kudu bertindak sekarang."

Pernyataan Shahin muncul usai Smotrich mengeklaim dia membatalkan perjanjian Hebron tahun 1997.

Smotrich juga menyebut bakal mengambil alih kewenangan perencanaan dan pembangunan dari pemerintah kota Palestina di kota terbesar Tepi Barat ini.

Perjanjian Hebron 1997 merupakan kesepakatan Israel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) soal penarikan sebagian pasukan militer dari Kota Hebron.

Perjanjian tersebut juga membagi jadi dua area kontrol terpisah ialah sektor H1 dan H2.

Sektor H1 sekitar 80 persen wilayah dikelola Otoritas Palestina. Mereka bertanggung jawab atas keamanan internal serta manajemen di sini. Namun, mereka tetap dikepung pasukan Zionis.

Sementara itu, sektor H2 sekitar 20 persen wilayah dikendalikan pasukan Israel dan otoritas sipil Palestina, demikian dikutip situs PBB.

Sektor tersebut mencakup pusat kota kuno, area pasar, dan Masjid Ibrahimi.

Selain itu, sekitar 33.000 penduduk Palestina di area ini kudu hidup di bawah patokan militer demi melindungi beberapa ratus pemukim Yahudi nan mengokupasi rumah-rumah di sana.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional