Masuk Tiga Besar Inflasi Nasional, Daya Beli Masyarakat Kalteng Mulai Melemah

Sedang Trending 1 hari yang lalu

(Kalteng) masuk tiga besar provinsi dengan inflasi tertinggi secara . Kondisi itu berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Pedagang cabe di Pasar Besar , Mufidah (35), mengatakan tingginya inflasi berakibat terhadap pola shopping masyarakat.

Menurutnya, pengguna tetap datang berbelanja, namun jumlah peralatan nan dibeli condong berkurang.

“Ada dampaknya. Orang berkurang belinya. Pelanggan tetap ada, tapi permintaan berkurang,” katanya saat ditemui Berita Sampit di lapaknya, Selasa, 9 Juni 2026.

Mufidah menjelaskan, penurunan daya beli terlihat dari berkurangnya volume pembelian pelanggan.

“Misalnya beli satu kilogram jadi separuh kilogram saja. Terdampak juga lantaran inflasi,” ujarnya.

Di sisi lain, nilai cabe rawit di Pasar Besar mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Saat ini, nilai cabe rawit berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram.

“Lombok turun sudah, Rp85 ribu per kilogram,” katanya.

Sebelumnya, nilai cabe rawit sempat menyentuh Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

“Habis Hari Raya kemarin nilai ada nan Rp100 ribu, Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Sukarti (52), mengatakan penurunan nilai cabe rawit baru terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026, setelah beberapa hari memperkuat di level tinggi.

“Hari ini saja baru turun, kemarin mencapai ratusan,” katanya.

Menurut Sukarti, nilai cabe merupakan komoditas nan pergerakannya sangat dipengaruhi pasokan sehingga fluktuasinya susah diprediksi.

“Turun jadi Rp85 ribu, kemarin naiknya sampai Rp110 ribu. Naik turun nilai cabe tidak menentu, sekarang turun lagi,” ujarnya.

Meski demikian, turunnya nilai cabe rawit mulai berakibat positif terhadap aktivitas perdagangan di pasar.

Jumlah pembeli disebut meningkat dibandingkan saat nilai tetap berada di atas Rp100 ribu per kilogram.

“Kalau nilai turun banyak pembeli, jika naik orang lari. Alhamdulillah lantaran turun ini ramai orang beli cabai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berasas info BPS Kalteng, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (month-to-month) dan 4,56 persen secara tahunan (year-on-year).

(Sya'ban)

Sumber info-lokal