Mantab! Murung Raya Raih Penghargaan Penyaji Favorit Fbim 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO– Kebudayaan Kabupaten Murung Raya kembali menorehkan prestasi gemilang di arena Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Melalui parade penampilan tari kreasi bertema “Ranying Suling dan Putir Sikan”, perwakilan wilayah sukses tersebut menyabet penghargaan dalam kategori Penyaji Favorit. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian puncak aktivitas nan berjalan di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Sabtu (23/5).

Penampilan nan ditampilkan bukan sekadar aktivitas tari biasa, melainkan sebuah perpaduan selaras antara kekayaan mobilitas tradisi Dayak Siang dengan sentuhan kreasi artistik nan memukau.

Tim tari Murung Raya sukses mengangkat legenda rakyat nan telah hidup turun-temurun di tengah Tanah Masyarakat Siang ke atas panggung, menyajikan kisah nan sarat makna dan nilai sejarah.

Karya ini mengisahkan perjalanan hidup Ranying Suling, alias nan dikenal juga sebagai Unde Tungkan Mata sosok nan mempunyai bentuk tidak sempurna dan dikucilkan oleh lingkungannya.

Dalam pengembaraannya mengalahkan belantara, dia menunjukkan keberanian luar biasa hingga sukses menaklukkan Bohuta, anjing gaib penjaga rimba nan disegani semua makhluk.

Perjalanan itu membawa pertemuan tak terduga dengan Putir Sikan, seorang putri jelita dari alam kayangan nan turun ke bumi menggunakan Polangka Bulo, piringan emas raksasa nan bercahaya terang.

Kisah ini bukan hanya tentang petualangan, melainkan pesan mendalam tentang ketulusan hati dan perjuangan. Setelah melalui masa bertapa dan pengorbanan di Gunung Puruk Kambang, Ranying Suling akhirnya mendapatkan hidayah ilahi.

Electronic money exchangers listing

Ia berubah bentuk menjadi sosok nan gagah berani dan bermuka tampan, serta akhirnya dipersunting oleh Putir Sikan. Dari legenda inilah, masyarakat Dayak Siang mewarisi kepercayaan terhadap Tana Malai, sebuah konsep tanah kayangan nan dipercaya sebagai sumber kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh warga.

Terpisah, Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pencapaian nan memuaskan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya dan legenda wilayah mempunyai nilai luhur serta daya tarik nan bisa memikat hati masyarakat luas, apalagi di tingkat provinsi.

“Prestasi ini membuktikan bahwa budaya dan legenda wilayah Murung Raya mempunyai nilai luhur dan daya tarik nan luar biasa. Saya mengapresiasi seluruh tim, seniman, penata tari, penata musik, dan para penari nan telah bekerja keras membawa nama Murung Raya meraih kategori Penyaji Favorit di arena bergengsi ini,” ujar Heriyus.

Bupati berambisi pencapaian ini tidak berakhir sebatas diberikan semata-mata. Ia menginginkan kemenangan ini menjadi pendorong. Khususnya bagi generasi muda, untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Dayak Siang agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang, baik di Kalimantan Tengah maupun di wilayah lainnya.(pan)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO– Kebudayaan Kabupaten Murung Raya kembali menorehkan prestasi gemilang di arena Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Melalui parade penampilan tari kreasi bertema “Ranying Suling dan Putir Sikan”, perwakilan wilayah sukses tersebut menyabet penghargaan dalam kategori Penyaji Favorit. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian puncak aktivitas nan berjalan di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Sabtu (23/5).

Penampilan nan ditampilkan bukan sekadar aktivitas tari biasa, melainkan sebuah perpaduan selaras antara kekayaan mobilitas tradisi Dayak Siang dengan sentuhan kreasi artistik nan memukau.

Tim tari Murung Raya sukses mengangkat legenda rakyat nan telah hidup turun-temurun di tengah Tanah Masyarakat Siang ke atas panggung, menyajikan kisah nan sarat makna dan nilai sejarah.

Electronic money exchangers listing

Karya ini mengisahkan perjalanan hidup Ranying Suling, alias nan dikenal juga sebagai Unde Tungkan Mata sosok nan mempunyai bentuk tidak sempurna dan dikucilkan oleh lingkungannya.

Dalam pengembaraannya mengalahkan belantara, dia menunjukkan keberanian luar biasa hingga sukses menaklukkan Bohuta, anjing gaib penjaga rimba nan disegani semua makhluk.

Perjalanan itu membawa pertemuan tak terduga dengan Putir Sikan, seorang putri jelita dari alam kayangan nan turun ke bumi menggunakan Polangka Bulo, piringan emas raksasa nan bercahaya terang.

Kisah ini bukan hanya tentang petualangan, melainkan pesan mendalam tentang ketulusan hati dan perjuangan. Setelah melalui masa bertapa dan pengorbanan di Gunung Puruk Kambang, Ranying Suling akhirnya mendapatkan hidayah ilahi.

Ia berubah bentuk menjadi sosok nan gagah berani dan bermuka tampan, serta akhirnya dipersunting oleh Putir Sikan. Dari legenda inilah, masyarakat Dayak Siang mewarisi kepercayaan terhadap Tana Malai, sebuah konsep tanah kayangan nan dipercaya sebagai sumber kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh warga.

Terpisah, Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pencapaian nan memuaskan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya dan legenda wilayah mempunyai nilai luhur serta daya tarik nan bisa memikat hati masyarakat luas, apalagi di tingkat provinsi.

“Prestasi ini membuktikan bahwa budaya dan legenda wilayah Murung Raya mempunyai nilai luhur dan daya tarik nan luar biasa. Saya mengapresiasi seluruh tim, seniman, penata tari, penata musik, dan para penari nan telah bekerja keras membawa nama Murung Raya meraih kategori Penyaji Favorit di arena bergengsi ini,” ujar Heriyus.

Bupati berambisi pencapaian ini tidak berakhir sebatas diberikan semata-mata. Ia menginginkan kemenangan ini menjadi pendorong. Khususnya bagi generasi muda, untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Dayak Siang agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang, baik di Kalimantan Tengah maupun di wilayah lainnya.(pan)

Sumber prokalteng