Jakarta -
Sungai Mekong menyembunyikan beberapa ikan air tawar terbesar di Bumi. Pada tahun 2005, nelayan desa di Thailand utara sukses menangkap seekor ikan lele raksasa Mekong nan sangat besar hingga intelektual membandingkannya dengan beruang grizzly.
Ikan pemecah rekor tersebut muncul ke permukaan di dekat Hat Khrai, desa di tepi Sungai Mekong nan dekat perbatasan Thailand dan Laos. Butuh beberapa orang untuk membawa ikan lele raksasa itu ke darat. Setelahnya, pejabat Thailand menimbangnya dengan berat sekitar 293 kg dan panjang sekitar 2,7 meter.
Pada saat itu, golongan konservasi dan organisasi pencatat rekor menganggapnya sebagai lele raksasa Mekong terberat, meskipun belum tentu nan terpanjang dan merupakan salah satu ikan air tawar murni terbesar nan pernah didokumentasikan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf perikanan dan mahir konservasi berencana menjaga ikan tersebut tetap hidup dan memindahkannya untuk dilepaskan agar bisa bertelur. Sayangnya, ikan itu meninggal sebelum bisa dikembalikan ke sungai. Mengikuti budaya setempat, masyarakat desa memotong bangkainya dan menjual dagingnya.
Lele raksasa Mekong termasuk di antara ikan air tawar terbesar di dunia, tapi sebagian besar tidak pernah mencapai ukuran rekor tahun 2005. Dalam kondisi sehat, ikan dewasa dapat tumbuh hingga panjang sekitar 3 meter dan berat lebih dari 272 kg, meskipun raksasa semacam itu sekarang sangat langka.
Banyak perseorangan besar beratnya antara 150 kg hingga 200 kg. Tubuhnya lembut dan pucat, kepala lebar, serta ekor nan kuat. Terlepas dari ukurannya, lele raksasa Mekong dewasa tidak dikenal sebagai predator. Gigi mereka tanggal seiring bertambah usia dan makan terutama alga, detritus, dan tumbuhan lainnya.
Dikutip detikINET dari AOL, masyarakat sepanjang Sungai Mekong mengonsumsi lele raksasa ini selama beberapa generasi. Daging mereka dilaporkan bertekstur padat dan rasanya ringan. Daging dari spesimen nan sangat besar dibagikan di pesta-pesta makan dan memperkuat ikatan masyarakat.
Namun tahun 2026 ini, intelektual mengklasifikasikan lele raksasa Mekong sebagai jenis nan sangat terancam punah dan sangat tidak menganjurkan untuk menyantap tangkapan liar. Penangkapan ikan berlebihan, waduk dan halangan migrasi lainnya, degradasi habitat, serta polusi merupakan ancaman utama bagi mereka.
Pemerintah dan golongan konservasi sekarang menggunakan area lindung, larangan penangkapan ikan, dan program penangkaran untuk mencegah raksasa sungai ini menghilang sepenuhnya.
Beberapa ikan seperti lele raksasa Mekong menunjukkan penurunan berat 55% dalam 25 tahun terakhir. Ukurannya turun dari rata-rata 180 kg menjadi 80 kg.
"Mengetahui raksasa-raksasa ini menyusut, baik ukuran maupun jumlah, rasanya seperti kehilangan sebagian mini dari Kamboja. Keberadaan mereka mempunyai makna budaya dan ekologis mendalam," kata Sophorn Uy dari Royal University of Agriculture di Phnom Penh
(fyk/rns)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·