SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap Jembatan Patah nan berada di Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Proyek tersebut ditandai dengan pembongkaran total lantai jembatan nan selama ini menggunakan papan kayu ulin.
Sejumlah pekerja terlihat mencopot satu per satu papan lantai jembatan nan kondisinya sudah mengalami penurunan kualitas.
Akses melintasi jembatan juga ditutup sementara dan masyarakat diarahkan menggunakan jalur pengganti nan telah disiapkan.
Pekerjaan rehabilitasi ini diperkirakan berjalan selama 90 hari. Selama proses berlangsung, penduduk diminta tidak memaksakan diri melintas di area proyek demi menghindari akibat kecelakaan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim Mentana Dhinar Tistama, mengatakan perbaikan kali ini dilakukan secara menyeluruh, berbeda dengan sebelumnya nan hanya mengganti bagian lantai nan rusak.
“Untuk jembatan permanennya memang sedang berproses dalam studi kepantasan alias feasibility study (FS), sehingga sembari menunggu itu selesai, jembatan nan ada kudu tetap kondusif digunakan,” kata Mentana, Sabtu 13 Juni 2026.
Pemerintah wilayah tidak mau mengambil akibat dengan membiarkan kondisi jembatan terus menurun sementara proses pembangunan jembatan permanen tetap memerlukan waktu nan cukup panjang.
“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Aktivitas masyarakat tetap melangkah setiap hari, sehingga kondisi jembatan kudu dipastikan aman. Karena itu kami melaksanakan pemeliharaan nan memang sudah diprogramkan sebelumnya,” ujarnya.
Seluruh lantai jembatan nan sudah mengalami penurunan kualitas bakal diganti dengan material baru agar jembatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat hingga proyek penggantian permanen direalisasikan.
Saat ini, kajian pembangunan jembatan permanen tetap berjalan. Pemerintah wilayah tetap mempertimbangkan beragam aspek teknis, termasuk kemungkinan pembangunan dilakukan di letak nan sama alias pada titik lain nan dinilai lebih ideal.
“Setelah FS selesai, tetap ada tahapan DED dan proses perencanaan teknis lainnya. Dari hasil kajian sementara, penggantian lantai nan dilakukan sekarang diperkirakan cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat sampai jembatan permanen dibangun,” jelasnya.
Jembatan Patah selama ini menjadi salah satu akses krusial bagi masyarakat. Namun kondisinya nan terus menurun kerap dikeluhkan pengguna jalan lantaran dinilai membahayakan.
Sejumlah kejadian kecelakaan pernah terjadi di sekitar jembatan tersebut. Bahkan beberapa pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas akibat kondisi lantai nan rusak dan tidak rata.
Warga berambisi rehabilitasi nan dilakukan saat ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. (Nardi)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·