Jakarta, CNN Indonesia --
Co-founder Palantir Joe Lonsdale menuding bahwa banyak bos perusahaan mengambing hitamkan kepintaran buatan (AI) di kembali gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di industri teknologi. Menurut dia argumen sebenarnya perusahaan melakukan PHK adalah kesalahan strategi dalam perekrutan karyawan.
Menurut Lonsdal argumen kemajuan AI kerap digunakan untuk menutupi kesalahan strategi manajemen dalam proses perekrutan karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang nan melakukan perekrutan berlebihan [over-hired] alias menurunkan standar terlalu jauh pada gelombang 2021-2023, alias [perusahaan] tidak tumbuh secepat nan dianggarkan, sekarang berpura-pura bahwa mereka memecat orang 'karena produktivitas AI'," kata Lonsdale dalam cuitannya di X, melansir Business Insider, Kamis (11/6).
Pernyataan Lonsdale itu diamini oleh sejumlah tokoh besar di Silicon Valley. Co-founder venture capital Andreessen Horowitz, Marc Andreessen terpantau menyetujui pandangan tersebut.
Jon Chu, mitra Khosla Ventures, juga sepakat dengan opini Lonsdale. Ia apalagi secara spesifik menyebut Meta, raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg, sebagai contoh nyata dari kejadian ini.
Gannon McCollum, staf di perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, juga melontarkan perihal serupa. Menurutnya, menyalahkan AI atas masifnya gelombang PHK "terdengar jauh lebih baik daripada kepemimpinan nan mengakui bahwa mereka kandas mengelola pertumbuhan perusahaan."
Pendiri Fuse, Alan Chang, turut mempertanyakan transparansi para petinggi dalam mengelola perusahaan mereka.
"Jika para pemimpin tidak bisa mengakui kesalahan mereka sendiri, gimana mereka bisa mengharapkan tenaga kerja mengakui kesalahan mereka?" ujar Chang.
CEO OpenAI Sam Altman pada Februari sempat melontarkan perihal serupa. Menurutnya banyak perusahaan nan melakukan praktik 'AI-washing' dalam kebijakan PHK mereka.
"Orang-orang menyalahkan AI atas PHK nan sebenarnya bakal tetap mereka lakukan [meski tanpa AI]," kata Altman saat itu.
Lonsdale menegaskan bahwa dirinya merupakan pihak nan percaya pada potensi peningkatan produktivitas berkah AI. Melalui 8VC, perusahaan modal ventura tempat dia bernaung, Lonsdale juga tercatat berinvestasi di beberapa perusahaan AI.
Namun, dia menekankan bahwa situasi PHK saat ini tidak absolut disebabkan oleh teknologi tersebut.
"Saya percaya pada produktivitas nan lebih tinggi berkah AI. Saya juga tahu apa nan sedang dilakukan oleh ratusan perusahaan saat ini," tutur dia.
(dmi)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·