Jakarta -
Kabar kurang sedap kembali menghinggapi industri game global. Divisi Xbox milik Microsoft dilaporkan bakal segera melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran pada bulan depan.
Rencana efisiensi ini rupanya telah digodok secara internal selama beberapa minggu terakhir. Indikasinya sudah mulai terlihat ketika CEO Xbox, Asha Sharma, bulan lampau sempat menyinggung soal keharusan perusahaan untuk "membuat pilihan nan sulit".
Menurut rumor nan beredar, pemangkasan ini diprediksi bakal berakibat pada 1.000 tenaga kerja di bagian Xbox. Laporan dari Bloomberg turut memperkuat berita tersebut, menyebut bahwa pemotongan skala besar ini bakal menyasar anggaran pemasaran, operasional bisnis, hingga potensi perombakan alias apalagi penutupan sejumlah studio game.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan 'Reset Xbox'
Sesaat sebelum laporan Bloomberg dipublikasikan, Asha Sharma dan Chief Content Officer Xbox, Matt Booty, mengirimkan memo internal kepada para staf. Memo tersebut berisi peringatan keras mengenai fase "Reset Xbox" nan bakal dilangsungkan selama 100 hari ke depan.
Keduanya secara blak-blakan menjabarkan kondisi finansial perusahaan nan sedang berdarah-darah.
"Di luar (akuisisi) Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkepanjangan pada konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami. Namun, pendapatan tahunan kami justru ambruk nyaris separuh miliar dolar selama rentang waktu tersebut," tulis Sharma dan Booty.
"Ke depannya, tren seperti ini tidak boleh terus berlanjut," tegas mereka, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (11/6/2026).
Tercekik Krisis Komponen 'Hardware'
Selain masalah pendapatan, Xbox juga dihadapkan pada ancaman krisis komponen perangkat keras. Pihak manajemen memprediksi bahwa biaya komponen untuk musim liburan tahun 2027 mendatang bakal melonjak ekstrem--lebih dari lima kali lipat dibandingkan nilai dua tahun lalu. Tren kenaikan nilai serupa juga terjadi pada komponen memori.
Menyikapi krisis ini, para petinggi Xbox menyatakan bahwa perusahaan sangat memerlukan model upaya serta kemitraan baru di sektor hardware, sembari terus menjaga komitmen mereka pada proyek nan diberi kode nama Helix.
Buka Peluang Konsol Xbox Pihak Ketiga?
Penyebutan istilah "kemitraan hardware" sejalan dengan wacana dari Asha Sharma dan Chief Strategy Xbox, Matthew Ball, nan belakangan ini mengisyaratkan bakal adanya model upaya konsol nan "sangat berbeda". Hal ini memicu spekulasi bahwa di masa depan, pabrikan PC (OEM) pihak ketiga mungkin bakal diizinkan untuk memproduksi perangkat bermerek Xbox menggunakan chip terbaru dari AMD.
Bagi Sharma dan Booty, prasarana platform Xbox nan ada saat ini dianggap sudah usang dan "tidak dibangun untuk pertempuran di masa depan".
Oleh lantaran itu, perusahaan bersiap untuk berevolusi dan merombak total sistem mereka. Xbox juga bakal menjajaki potensi Mergers & Acquisitions (M&A) untuk memperkuat taring mereka di ranah hardware, PC, mobile, hingga jasa streaming.
Di tengah rentetan perombakan strategis ini, Asha Sharma sendiri telah mengambil sejumlah keputusan krusial sejak duduk di bangku kepemimpinan, salah satunya adalah menetapkan game jagoan seperti Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution sebagai titel eksklusif penuh untuk konsol Xbox.
(asj/afr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·