Bbm Mahal, Mau Cari Mobil Hybrid Atau Listrik? Awas Salah Pilih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil berteknologi elektrifikasi hybrid alias listrik murni kerap menjadi pertimbangan masyarakat dalam membeli mobil apalagi di tengah melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Alasan membeli mobil hybrid alias listrik sudah pasti mau berhemat, dan terlebih dua jenis mobil itu dengan kondisi saat itu sudah bukan lagi style hidup tapi untuk memperkuat hidup namun prestise tetap terjaga.

Nah, sebelum menjatuhkan pilihan, ada baiknya Anda terlebih dulu melakukan riset. Jangan salah pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda lantaran mobil jenis ini punya kelebihan serta kekurangan tersendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil hybrid

Kelebihan

Irit bahan bakar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kombinasi mesin listrik dan bensin bikin konsumsi BBM jadi lebih efisien, terutama untuk pemakaian dalam kota.

Emisi gas buang rendah

Karena sering melangkah dengan tenaga listrik, emisi karbonnya lebih minim dibanding mobil konvensional. Untuk hybrid model PHEV, kita dapat melaju hanya dengan motor listrik dengan rute lebih panjang, apalagi dapat tembus 100 km.

Performa lembut dan senyap

Mesin listrik membikin percepatan terasa lebih mulus, terutama di kecepatan rendah.

Regenerasi energi

Saat deselerasi alias pengereman, daya bisa dikembalikan ke baterai, sehingga pengisian daya berjalan otomatis.

Kekurangan

Harga lebih tinggi

Teknologi canggih dan baterai besar bikin mobil hybrid punya nilai jual nan relatif lebih mahal dari ICE untuk mobil sejenis.

Biaya perawatan khusus

Sistem hybrid butuh teknisi dengan skill unik dan suku cadang tertentu, nan mungkin tidak tersedia di semua bengkel.

Ruang kabin alias bagasi bisa berkurang

Baterai nan cukup besar kadang menyantap ruang, sehingga mengurangi kapabilitas bagasi alias ruang di dalam mobil.

Kinerja baterai menurun seiring waktu

Meskipun bisa memperkuat cukup lama, baterai hybrid tetap punya umur pakai dan biaya penggantian nan cukup tinggi, melansir situs Toyota Indonesia.

Mobil listrik

Kelebihan

Hemat pengeluaran

Salah satu kelebihan mobil listrik ialah irit biaya bahan bakar. Mobil listrik mengkonversi dua per tiga daya listrik menjadi daya mekanik. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan mobil konvensional nan mengubah kurang dari sepertiga bahan bakar sebagai penggerak.

Sebagai contoh, pengeluaran pengguna BYD Atto 1 diklaim hanya Rp20 ribu untukkebutuhan mobilitas harian jarak tempuh pulang pergi 40 km.

Pengeluaran tersebut tentu tak bakal diperoleh pengguna mobil konvensional nan dituntut mengisi bahan bakar. Untuk saat ini banderol bahan bakar bervariasi, tapi paling terjangkau Rp10 ribu per liter.

Selanjutnya, perawatan mobil listrik dinilai lebih irit di kantong. Karena punya mekanikal berbeda dengan mobil konvensional, lampau komponen mobil listrik tidak kudu dirawat secara rutin.

Meski tidak memerlukan perawatan ekstra, mesin mobil listrik lebih halus, tidak berisik, lebih cepat, dan lebih responsif daripada mobil konvensional.

Ramah lingkungan

Selain menguntungkan penggunanya, mobil listrik juga baik untuk lingkungan. Pasalnya, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan. Hal ini berbeda dengan mobil konvensional nan mengeluarkan sisa pembakaran dari bahan bakar minyak.

Bebas ganjil genap dan dapat insentif pajak

Mobil listrik bebas melaju di jalanan DKI Jakarta lantaran tidak terikat patokan ganjil genap. Tak hanya itu mobil listrik juga mendapat insentif fiskal lain mengenai perpajakan sehingga meminimalisir biaya kepemilikan.

Kekurangan

Jarak tempuh terbatas

Jarak tempuh terbatas menjadi pertimbangan untuk membeli mobil listrik.Selain itu, kesiapan prasarana pengisian daya nan belum merata di beragam wilayah juga membikin sebagian konsumen tetap ragu untuk beranjak dari kendaraan bermesin konvensional.

Meski demikian, perkembangan teknologi baterai terus dilakukan oleh produsen otomotif. Sejumlah mobil listrik terbaru sekarang bisa menawarkan jarak tempuh lebih jauh dalam sekali pengisian daya, apalagi mencapai lebih dari 500 kilometer berasas metode pengetesan tertentu.

Durasi pengisian lama

Kekurangan mobil listrik selanjutnya ialah lamanya lama pengisian baterai. Pengisian level 1 alias level 2 bisa berjalan hingga 8 jam. Di stasiun pengisian cepat, baterai baru mencapai 80 persen dalam 30 menit.

Coba bandingkan dengan lama saat Anda isi bensin di SPBU.

SPKLU tetap terbatas

Jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia dinilai tetap terbatas. Kini, jumlah SPKLU unik mobil listrik mencapai 4.892 unit per Mei 2026 berasas info Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Angka itu dipercaya bakal terus tumbuh menyesuaikan populasi dari mobil listrik di Tanah Air.

Harga baterai mahal

Pabrikan mobil listrik memberikan agunan lama untuk baterai, ialah 8 tahun alias 160 ribu km. Dengan rutinnya pemakaian, baterai tentu perlu diganti.

Nah, Anda perlu bersiap lantaran biaya baterai cukup menguras kantong. Sebagai contoh, Hyundai memasarkan baterai Ioniq 5 sekitar Rp300 juta dan long range Rp400 juta. Sedangkan biaya penggantian baterai Jaecoo J5 EV 174 juta.

Selain itu, mobil listrik dapat berkontribusi pada limbah rawan jika tidak ditangani dengan tepat, mengutip Astra International.

Harga jual kembali mobil listrik anjlok

Harga jual kembali mobil listrik tetap sangat miris. Ini dibuktikan dari sejumlah unit kendaraan listrik jejak nan mengalami depresiasi cukup besar dalam waktu relatif singkat dibandingkan mobil konvensional di kelas nilai nan sama.

Depresiasi nilai mobil listrik diklaim mencapai 30-50 persen untuk masa pakai nan relatif singkat.

(ryh/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto