Jakarta -
Momen Idul Adha sering menjadi arena 'balas dendam' buat makan olahan daging dan jeroan. Mulai dari sate hati, gulai kikil, paru goreng, usus, hingga tebang menjadi hidangan favorit banyak orang saat hari raya kurban.
Namun di kembali rasanya nan gurih dan menggoda, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat memberi beban pada tubuh, terutama kegunaan hati dan ginjal.
Jeroan memang mengandung sejumlah nutrisi seperti unsur besi, vitamin B12, hingga protein. Akan tetapi, bagian organ dalam hewan juga mempunyai kandungan kolesterol, purin, dan lemak nan cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi jeroan nan berlebih itu bakal menyebabkan gangguan terutama peningkatan masam urat," kata dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, praktisi kesehatan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, kepada detikcom, Kamis (21/5/2026).
Penumpukan masam urat di dalam darah, lanjut dr Aru bakal berakibat pada kesehatan persendian dan organ lain seperti ginjal.
"Mulai dari artritis gout, batu saluran ginjal lantaran batu masam urat, dan gangguan-gangguan atritis nan lain," katanya.
Batu masam urat adalah kristal keras nan terbentuk di ginjal saat urine terlalu masam dan mengandung kadar masam urat tinggi. Kondisi ini menyebabkan nyeri dahsyat di pinggang, mual, dan gangguan buang air kecil.
(dpy/up)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·