Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkap peran krusial teknologi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Nezar pemanfaatan teknologi kudu diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata seperti MBG.
Hal tersebut disampaikan Nezar usai meninjau langsung penyelenggaraan program MBG dari Grab-OVO, nan sepenuhnya didanai oleh sektor swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam program seperti MBG, teknologi berkedudukan krusial bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi akibat secara lebih dini," kata Nezar dalam siaran persnya, Senin (20/4).
Salah satu penemuan teknologinya adalah Command Center MBG berbasis AI. Melalui perihal ini, Grab-OVO memantau proses penyediaan makanan secara real-time untuk memastikan standar keamanan pangan, transparansi, dan akuntabilitas sejak dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah.
Command Center MBG adalah pusat pemantauan berbasis AI nan berfaedah untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standar operasional. Melalui Command Center ini, tim memantau proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah.
Pendekatan ini memungkinkan potensi akibat teridentifikasi lebih dini, sekaligus mendukung respons nan sigap dan terukur.
Nezar menjelaskan dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat transformasi digital dapat mendukung tata kelola program nan lebih terukur, transparan, dan terpercaya.
Pengawasan manual mempunyai keterbatasan dalam menangkap dinamika operasional di lapangan. Melalui pemanfaatan teknologi dan pemantauan terpusat, program ini menghadirkan standar keamanan pangan nan lebih konsisten dan transparan.
Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab-OVO, termasuk sistem monitoring, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center, program ini memperkuat tata kelola dan standar keamanan makanan secara menyeluruh.
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs, Grab Indonesia, mengatakan bahwa keamanan pangan bukan sekadar standar, tetapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak.
"Melalui pemanfaatan teknologi, kami mau memastikan setiap makanan nan sampai ke tangan siswa aman, kualitasnya terjaga, dan betul-betul memberi akibat nyata bagi tumbuh kembang mereka," kata Tirza.
Menurut dia lewat pemanfaatan pemantauan berbasis AI, pihaknya dapat memastikan proses penyediaan makanan melangkah dengan standar keamanan pangan nan lebih aman, berbobot dan transparan, sekaligus memperkuat peran UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem.
"Bagi kami, inklusi berfaedah memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi nan layak dengan proses nan dapat dipercaya," tutur dia.
Grab-OVO, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa seluruh proses dalam program MBG didukung oleh sistem digital nan terdokumentasi dengan baik, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, hingga umpan kembali dari pihak sekolah.
Menurut Grab-OVO perihal ini merupakan inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) sektor swasta nan sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong keterlibatan bumi upaya dalam mendukung penyelenggaraan program MBG sebagai salah satu program strategis nasional.
Seluruh pendanaan Program MBG Swasta sepenuhnya berasal dari biaya CSR Grab-OVO serta support beragam mitra swasta nan berkarakter non-profit. Program ini dirancang sebagai model kontribusi sektor swasta nan melengkapi penyelenggaraan MBG oleh pemerintah, dengan konsentrasi pada keamanan pangan, tata kelola nan akuntabel, serta akibat sosial dan ekonomi nan berkelanjutan.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·