PULANG PISAU – Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta membujuk seluruh komponen masyarakat, pemerintah desa, bumi usaha, hingga abdi negara keamanan untuk memperkuat sinergi dalam mencegah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) sebelum memasuki puncak musim tandus tahun 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Jayadikarta saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Karhutla Tahun 2026 nan digelar BPBD Kabupaten Pulang Pisau di Aula Bapperida Pulang Pisau, Rabu 3 Juni 2026.
Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih krusial dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan dan menghindari munculnya titik api nan berpotensi meluas.
Jayadikarta menegaskan bahwa akibat karhutla tidak hanya merusak area rimba dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga transportasi akibat kabut asap nan ditimbulkan.
“Pencegahan kudu dimulai dari tingkat paling bawah, ialah masyarakat. Jika seluruh pihak mempunyai kepedulian nan sama, maka akibat karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah BPBD nan melibatkan puluhan desa rawan karhutla dalam aktivitas sosialisasi tersebut. Menurutnya, pendekatan berbasis desa bakal membikin info dan upaya mitigasi lebih mudah diterapkan di lapangan.
Wakil Bupati berambisi hasil sosialisasi dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata di masing-masing wilayah, termasuk peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, pemeliharaan sarana penanggulangan kebakaran, serta penguatan koordinasi lintas sektor demi mewujudkan Pulang Pisau nan kondusif dari ancaman karhutla selama musim tandus tahun ini. (denny)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·