Viral! Selebgram Brunei Aniaya Temannya Sendiri Hingga Tewas Di Blok M

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang penduduk negara Brunei Darussalam, MHF, 30, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menghebohkan publik.

Korban diduga dianiaya oleh selebgram asal Brunei, Muhammad Irman Ali namalain Woodyrman, 33, pada Rabu (6/5) awal hari lalu.

Rekaman CCTV nan memperlihatkan adu mulut hingga kontak bentuk antara keduanya viral di media sosial, memicu perhatian luas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermulai dari adu mulut di depan minimarket dekat hotel tempat korban menginap.

“Pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh,” kata Budi.

Korban nan mengenakan kaus putih langsung terjatuh dari trotoar ke pinggir jalan. Ia sempat dibawa ke hotel lampau dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), namun setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari, korban meninggal bumi akibat luka serius di kepala.

Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, menyebut korban mengalami tumbukan keras di kepala, hematoma di mata kiri, serta cedera tulang selangka.

Electronic money exchangers listing

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, menambahkan laporan polisi baru dibuat setelah korban meninggal bumi lantaran family berada di Brunei.

“Teman korban dengan surat kuasa dari family membikin laporan polisi di polsek kami. Kami sudah periksa saksi-saksi di lokasi, memang betul ada peristiwanya di sana,” jelas Nugrahadi.

Polisi sekarang mengandalkan rekaman CCTV sebagai bukti lantaran botol kaca nan diduga digunakan pelaku tidak ditemukan.

Hubungan Korban dan Pelaku

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku diduga saling mengenal.“Kalau memandang dari apa nan kami dapat, kemungkinan itu saling kenal lantaran sempat terjadi pembicaraan di antara kedua belah pihak,” ujar Nugrahadi.

Namun, motif pertengkaran nan berujung penganiayaan hingga sekarang belum terungkap.

Front Office Manager hotel, Darwin, menyebut korban datang berbareng tujuh rekannya dan menginap lebih dari sepekan di Jakarta untuk menonton konser musik.

“Memang betul tamu itu stay di kami. Tujuannya mau nonton konser,” kata Darwin.

Darwin mengaku baru mengetahui peristiwa penganiayaan setelah rekaman CCTV viral.

“Saya juga kaget, soalnya waktu itu enggak dilihatin CCTV sama polisi, baru tadi pagi lihatnya,” ujarnya.

Pelaku akhirnya ditangkap polisi pada Senin (25/5) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Polisi sekarang berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Interpol lantaran korban maupun pelaku sama-sama penduduk negara asing.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Jakarta Selatan, Ryan Kasim, mengatakan pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan penyidik.

“Saat ini kasusnya tetap ditangani oleh Polda Metro Jaya, dan kami juga sedang koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. (kmp/nur/jpg)

PROKALTENG.CO-Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang penduduk negara Brunei Darussalam, MHF, 30, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menghebohkan publik.

Korban diduga dianiaya oleh selebgram asal Brunei, Muhammad Irman Ali namalain Woodyrman, 33, pada Rabu (6/5) awal hari lalu.

Rekaman CCTV nan memperlihatkan adu mulut hingga kontak bentuk antara keduanya viral di media sosial, memicu perhatian luas.

Electronic money exchangers listing

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermulai dari adu mulut di depan minimarket dekat hotel tempat korban menginap.

“Pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh,” kata Budi.

Korban nan mengenakan kaus putih langsung terjatuh dari trotoar ke pinggir jalan. Ia sempat dibawa ke hotel lampau dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), namun setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari, korban meninggal bumi akibat luka serius di kepala.

Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, menyebut korban mengalami tumbukan keras di kepala, hematoma di mata kiri, serta cedera tulang selangka.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, menambahkan laporan polisi baru dibuat setelah korban meninggal bumi lantaran family berada di Brunei.

“Teman korban dengan surat kuasa dari family membikin laporan polisi di polsek kami. Kami sudah periksa saksi-saksi di lokasi, memang betul ada peristiwanya di sana,” jelas Nugrahadi.

Polisi sekarang mengandalkan rekaman CCTV sebagai bukti lantaran botol kaca nan diduga digunakan pelaku tidak ditemukan.

Hubungan Korban dan Pelaku

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku diduga saling mengenal.“Kalau memandang dari apa nan kami dapat, kemungkinan itu saling kenal lantaran sempat terjadi pembicaraan di antara kedua belah pihak,” ujar Nugrahadi.

Namun, motif pertengkaran nan berujung penganiayaan hingga sekarang belum terungkap.

Front Office Manager hotel, Darwin, menyebut korban datang berbareng tujuh rekannya dan menginap lebih dari sepekan di Jakarta untuk menonton konser musik.

“Memang betul tamu itu stay di kami. Tujuannya mau nonton konser,” kata Darwin.

Darwin mengaku baru mengetahui peristiwa penganiayaan setelah rekaman CCTV viral.

“Saya juga kaget, soalnya waktu itu enggak dilihatin CCTV sama polisi, baru tadi pagi lihatnya,” ujarnya.

Pelaku akhirnya ditangkap polisi pada Senin (25/5) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Polisi sekarang berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Interpol lantaran korban maupun pelaku sama-sama penduduk negara asing.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Jakarta Selatan, Ryan Kasim, mengatakan pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan penyidik.

“Saat ini kasusnya tetap ditangani oleh Polda Metro Jaya, dan kami juga sedang koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. (kmp/nur/jpg)

Sumber prokalteng