Viral Kisah Pria Di Palu Kena Gagal Ginjal Di Usia 20-an, Sempat Takut Cuci Darah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Viral di media sosial sebuah kisah dari Palu, Sulawesi Tengah, seorang laki-laki berjulukan Ivan Fahrurozi (28) menceritakan pengalamannya didiagnosis kandas ginjal kronis stadium 5. Lewat konten-konten nan dibagikan, dia menceritakan sempat menolak untuk cuci darah saat diminta dokter, ada apa?

Ivan menceritakan pertama kali didiagnosis kandas ginjal kronis stadium 5 pada awal 2025. Pada saat itu, terungkap bahwa kondisi nan dialami Ivan diakibatkan oleh kondisi hipertensi nan tidak terkontrol.

Namun, ketika mendapatkan obat hipertensi, dia tidak mengonsumsinya secara rutin lantaran takut ginjalnya rusak. Saat itu, Ivan tidak tahu justru hipertensi lah nan dapat memicu kerusakan ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kita beranggapan jika minum obat terus mengalami kandas ginjal. Itu salah. Justri obat hipertensi itu nan melindungi ginjal," cerita Ivan dalam salah satu unggahannya dalam konten IG @fadillahfahrozii, dikutip oleh detikcom dengan izin nan bersangkutan.

Setelah didiagnosis kandas ginjal kronis, dia juga sempat menolak untuk cuci darah. Pada saat itu, dia sering mendapatkan info hoax soal cuci darah sehingga dia enggan melakukannya.

Ia akhirnya memutuskan untuk mencoba beragam pengobatan alternatif. Ivan apalagi mengaku sudah kehabisan puluhan juta untuk pengobatan pengganti tersebut. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.

"Akhirnya tubuh saya menyerah, bengkak, sesak, tubuh menghitam, tidak bisa bergerak, muntah. Akhirnya saya di akhir 2025 saya cuci darah, dan betul kata dokter, cuci darah tak seburuk apa nan kita pikirkan," cerita Ivan.

"Tubuh saya lebih ringan, napas lebih lega, bergerak enak, dan tidak muntah lagi," sambungnya menjalani cuci darah selama 3-4 bulan.

Pada Mei 2026, dia memutuskan untuk menjalani transplantasi ginjal. Lewat prosedur ini, kondisi tubuhnya bisa pulih lagi dan tidak perlu menjalani cuci darah lagi.

Prosedur itu dilakukannya setelah menerima organ ginjal dari ayahnya.

"Setelah transplantasi ginjal kehidupan kembali normal tidak cuci darah, makan sudah bebas, dan bisa beraktivitas seperti biasanya," cerita Ivan ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (10/6/2026).

Lewat konten perjalanan hidupnya itu, Ivan berambisi semakin banyak orang nan menyadari bahayanya kandas ginjal kronis. Ia juga mau membagikan pengalamannya menjalani transplantasi ginjal nan memang cukup asing di pemahaman awam.

"Jadi teman-teman nan mau transplantasi, mau caranya seperti apa, akhirnya saya membikin akun medsos dan membantu nan mau transplantasi," tandas Ivan.

(avk/naf)

Sumber detik-health