Viral di media sosial, seorang laki-laki di Tangerang, Banten menceritakan kisahnya mengalami masalah saraf kejepit hingga membuatnya nyaris nyaris lumpuh. Dalam video nan dibagikan, perjalanan panjang perawatan saraf kejepit sudah dilakukannya sejak 2017.
Selama periode 2018 hingga 2020, laki-laki berjulukan Charis Nicholas Tanzil (26) itu kudu menjalani beragam perawatan, seperti fisioterapi, terapi kretek, akupuntur, berenang, hingga urut. Namun, semua tindakan tersebut tidak juga membuatnya sembuh.
"Selama 3 tahun nggak pernah bener-bener 100 persen sehat sampai jadi terbiasa dengan sakit," ucap Nicholas dalam salah satu unggahannya di akun IG @charis_nicholas dengan izin nan bersangkutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2021, dia akhirnya memutuskan untuk operasi. Meskipun dia mengaku awalnya takut, dirinya tidak mempunyai pilihan lain.
Setelah operasi, dia langsung bisa berdiri. Nicholas juga kudu menjalani proses recovery selama kurang lebih setahun untuk mengatasi trauma otot nan kaku selama ini sakit sampai akhirnya sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik.
Ketika berbincang dengan detikcom, Nicholas bercerita pasca operasi dia mempunyai beberapa larangan agar masalah saraf kejepitnya tidak kembal. Misalnya, seperti tidak boleh angkat beban berat hingga kudu memperhatikan postir saat mengangkat beban.
"Saat misalnya di gym alias olahraga, formnya kudu benar. Nggak boleh asal-asalan," ucap Nicholas ketika berbincang dengan detikcom, Senin (19/5/2026).
"Setelah itu diwajibkan memperkuat otot kaki, otot core alias perut agar kompensasi beban bisa ditopang otot, tidak lgsung membebani sendi alias tulang," sambungnya.
Nicholas berambisi lewat kontennya, dia bisa menyemangati orang-orang dengan masalah kesehatan nan sama. Menurutnya, saraf kejepit mempunyai pengaruh samping nan luas sehingga perlu mendapat perhatian.
"Supaya nan lain juga teredukasi, banyak nan tidak mengerti seberapa menderitanya saraf kejepit dan akhirnya menyepelekan jadi buat pasien makin putus asa," tandasnya.
(avk/kna)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·