Usaha Mikro Bakal Dapat Bunga Kredit Murah Di Bawah 10%

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah merumuskan besaran kembang angsuran bagi pelaku upaya ultra mikro. Langkah ini sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan meminta perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memangkas kembang pinjaman bagi family prasejahtera dan pelaku upaya ultra mikro.

Saat ini, besaran angsuran tersebut tengah disusun berbareng Kementerian UMKM, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (BUMN). Besaran kembang angsuran nan disusun ini diupayakan berada di bawah 10%

"Kita-kita, Danantara, Menteri Keuangan, dan Kementerian UMKM, gimana caranya pokoknya bunganya kudu di bawah 10%," ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam aktivitas Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor di Balai Kartini, Jakarta, Senin (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maman menjelaskan sebanyak 14 juta pelaku upaya ultra mikro di Indonesia saat ini. Menurutnya, sebagian besar para pelaku upaya ultra mikro ini mengusulkan angsuran dengan kembang sekitar 24-25%.

Namun menurutnya, kembang angsuran tersebut setara jika memandang operasional pelaku upaya ultra mikro. Pasalnya, persentase pertumbuhan upaya ultra mikro disebut sangat kecil.

"Ibu-ibu nan masuk ultra mikro dan super mikro ini mereka nan nggak, mungkin persentase mereka untuk tumbuh, untuk naik kelas itu mini sekali. Karena mereka mendapatkan pinjaman tujuannya hanya untuk survivalitas saja, buat jualan hari ini cimol, jualan apa segala macam, di rumah hanya untuk survive besok," terangnya.

Maman menilai para pelaku upaya ultra mikro ini kudu terus didampingi, contohnya melalui PT Permodalan Nasional Madani (PMN). Saat ini, PT Permodalan Madani Nasional (PMN) mempunyai program pendampingan nan berkelanjutan. Hal ini dinilai menjadi penyebab tingginya kembang kredit.

"Makanya di PNM itu ada namanya account officer, mereka kudu mendampingi day by day aktivitas ibu-ibu ini, nah itulah nan membikin akhirnya kembang pinjamannya menjadi kurang lebih 25%," katanya.

Maman menambahkan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan lintas sektor untuk merumuskan langkah nan dapat menekan tingginya suku kembang kredit. Menurutnya, tanpa solusi nan tepat, pelaku upaya ultra mikro bakal terus terjebak pada kembang pinjaman nan tinggi.

"Pasti bagi orang-orang perbankan alias mereka-mereka nan bergerak di industri finansial pusing, tapi ya maksud saya ya inilah tugas kita sebagai pejabat untuk mulai memikirkan dan pusing-pusing. Karena jika nggak, ini bakal bertahun-tahun mereka bakal terjebak dalam kembang pinjaman nan cukup signifikan. Nah sekarang ini sekarang kita lagi berkoordinasi untuk mencari rumusan pengarahan dan perintah dari Pak Presiden unik nan untuk ultra mikro itu gimana caranya kita cari formulasi bunganya di bawah 10%," terangnya.

(ahi/hns)

Sumber finance