Uji Emisi Bikin Bensin Mobil Makin Irit?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Uji emisi tidak hanya berangkaian dengan kepatuhan terhadap patokan lingkungan, tetapi juga disebut dapat menjadi parameter efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan.

Hasil uji emisi bisa menunjukkan kondisi kesehatan mesin, termasuk apakah proses pembakaran sudah melangkah optimal alias belum. Jika pembakaran tidak sempurna, konsumsi BBM berpotensi menjadi lebih boros.

"Jika kandungan gas buang melampaui periode pemisah nan ditetapkan, merupakan parameter ada komponen mesin nan bermasalah dan kudu dicarikan solusinya, seperti mengatur setelan mesin alias mengganti komponen dengan nan baru agar sehat kembali," kata Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia meski tidak ditemukan kerusakan, uji emisi tetap krusial untuk memastikan mesin bekerja dalam kondisi terbaik sehingga efisiensi bahan bakar dapat terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik. Uji emisi bisa mengetahui apakah kandungan udara dan bahan bakar nan dimanfaatkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal," ujarnya.

Ia menambahkan mesin nan bekerja optimal bakal membantu menekan konsumsi bahan bakar lantaran pembakaran berjalan lebih efisien.

"Dengan mengetahui keahlian terbaik mesin, bakal didapatkan efisiensi bahan bakar nan tinggi dan menguntungkan lantaran mesin tidak haus bensin," kata Nur.

Mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan bensin produksi 2007 ke atas mempunyai pemisah emisi karbon monoksida (CO) maksimal 1,5 persen volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume saat uji idle.

Sementara itu terdapat sejumlah perihal nan perlu diperhatikan agar kendaraan dapat lolos uji emisi sekaligus menjaga efisiensi BBM.

1. Saluran masuk bahan bakar dan filter udara kudu dalam keadaan bersih lantaran bakal berpengaruh pada nomor HC. Komponen nan kotor dapat menghalang aliran udara masuk ke ruang mesin dimana nomor HC bisa semakin tinggi lantaran pasokan udara nan kurang saat proses pembakaran.

2. Jangan lupa pula untuk memastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.

3. Pastikan oli bekerja maksimal. Ingat, oli nan ikut terbakar bakal meningkatkan nomor CO, termasuk pula membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya susah dikendalikan.

4. Sensor oksigen kudu dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran sempurna. Termasuk juga memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil nan bekerja untuk mengubah emisi gas buang berbisa menjadi udara bersih.

5. Tidak kalah krusial adalah biarkan mesin dalam kondisi standar namalain tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membikin mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor.

6. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berjalan lebih sempurna. Pembakaran nan sempurna bisa menekan nomor CO lantaran minimnya endapan karbon di ruang bakar dari sisa pembakaran nan bermasalah.

(ryh/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto