Tumpahan Minyak Perang Iran Terlihat Dari Antariksa, Bisa Jadi Malapetaka

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Tumpahan minyak di Teluk Persia sekarang terlihat dari luar angkasa setelah serangan udara Iran dan Amerika Serikat-Israel menghantam sejumlah akomodasi minyak serta kapal tanker di seluruh area tersebut.

Sebuah gambar nan diambil satelit pada 10 April menunjukkan minyak bocor ke perairan di lepas Pantai Pulau Lavan, Iran, dan mengarah ke Pulau Shidvar, suaka margasatwa dilindungi nan dikenal sebagai "Maladewa-nya Iran."

Dikutip detikINET dari Live Science, foto lain tertanggal 6 April menangkap jejak minyak dari Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, setelah Iran menargetkan akomodasi daya dan petrokimia di negara-negara Teluk pada 5 April.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 18 Maret, 2 April, dan 7 April, tumpahan minyak dalam jumlah besar terlihat di Selat Hormuz di lepas Pantai Pulau Qeshm, Iran, nan menampung prasarana krusial militer dan sipil.

CNN melaporkan, tumpahan minyak ini kemungkinan besar bakal berakibat parah pada kehidupan laut Teluk Persia serta sistem penyaringan pabrik desalinasi, nan memasok air bersih layak minum bagi nyaris 100 juta orang di area tersebut.

Tumpahan minyak Perang IranTumpahan minyak Perang Iran. Foto: Live Science

Tumpahan minyak di lepas Pantai Pulau Lavan, khususnya, dinilai darurat lingkungan lantaran kedekatannya dengan Pulau Shidvar. Wim Zwijnenburg, pemimpin organisasi perdamaian PAX menyebut Shidvar adalah pulau karang tak berpenghuni nan menjadi rumah koloni burung laut dan tempat bertelur penyu. Setidaknya lima letak di Pulau Lavan dihantam pasukan AS-Israel, termasuk sebuah kilang minyak.

Genangan minyak di lepas Pantai Pulau Qeshm terbentang sepanjang lebih dari 8 km, menakut-nakuti seluruh ekosistem laut, mulai dari mikroorganisme hingga lumba-lumba dan paus. Dampak juga mencakup populasi ikan, nan menjadi tumpuan hidup ribuan penduduk di pesisir Iran untuk mendapat penghasilan dan makanan.

Sebagai gambaran, tumpahan minyak Perang Teluk 1991, nan disebabkan oleh pasukan Irak saat sengaja membuang 6 hingga 8 juta barel minyak mentah ke Teluk Persia, diperkirakan melukai alias membunuh 114.000 hewan, termasuk burung, penyu, lumba-lumba hidung botol, dan paus.

Teluk Persia merupakan kediaman duyung alias dugong (Dugong dugong), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan paus bungkuk Laut Arab (Megaptera novaeangliae).

Belum diketahui seberapa besar kerusakan nan bakal ditimbulkan tumpahan minyak kali ini. Ada kemungkinan jumlahnya bertambah, terutama jika pihak bertikai terus menargetkan kapal pembawa minyak. Puluhan kapal tanker nan memuat total sekitar 20 miliar liter minyak mentah saat ini terjebak di Teluk Persia, menunggu untuk keluar melalui Selat Hormuz. Akibat konflik, sangat mini kemungkinannya tumpahan minyak dapat dibersihkan tepat waktu.


(fyk/afr)


Sumber detik-inet