Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan militer AS telah menewaskan pemimpin geng pidana Venezuela Tren de Aragua berjulukan Hector Guerrero Flores, alias nan lebih dikenal dengan julukan Nino Guerrero.
Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan atas perintahnya oleh Komando Selatan AS.
"Atas pengarahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan dan sukses mengeksekusi Nino Guerrero," tulis Trump di platform Truth Social mengutip AFP, Sabtu (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Trump geng Tren de Aragua salah satu organisasi paling sadis dan sadis di dunia.
Ia menjelaskan di era Joe Biden, memungkinkan personil golongan pidana itu masuk ke AS, dan melakukan beragam tindak kejahatan. Ia menegaskan keberhasilan militer AS juga tidak luput dari support pemerintah Venezuela.
"Akibatnya, teroris Tren de Aragua tidak lagi mempunyai tempat berlindung nan kondusif di Venezuela alias di tempat lain," tulisnya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Guerrero dipastikan tewas dalam serangan nan dilakukan awal pekan ini. Namun hingga sekarang pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim tersebut.
Amerika Serikat telah menetapkan komplotan tersebut juga aktif di Kolombia, Peru, dan Chili, dan disebut sebagai organisasi teroris.
Pada Desember, jaksa federal di New York mengusulkan dakwaan pemerasan, perdagangan narkoba, dan senjata api terhadap Guerrero.
"Guerrero Flores telah menjadi dalang perkembangan Tren de Aragua dari geng penjara Venezuela menjadi organisasi teroris transnasional," kata Jaksa AS Jay Clayton dalam sebuah dakwaan.
Jaksa Clayton menyebut geng TdA telah melakukan banyak tindakan kekerasan, pemerasan, dan perdagangan narkoba di seluruh Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa," katanya.
Trump menegaskan bakal menumpas lenyap para personil Tren de Aragua nan tetap tersisa.
Organisasi teroris asing
Pemerintahan Trump sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO).
Washington juga menjatuhkan hukuman terhadap sejumlah petinggi golongan tersebut atas dugaan keterlibatan dalam penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, pencucian uang, pemerasan, hingga pembunuhan berencana.
Guerrero merupakan tokoh utama di kembali berkembangnya Tren de Aragua, golongan pidana nan berasal dari penjara Tocorón di Venezuela dan kemudian memperluas operasinya ke beragam negara di Amerika Latin.
Organisasi itu diketahui terlibat dalam perdagangan manusia, penculikan, pemerasan, penyelundupan, hingga pembunuhan bayaran. Guerrero sendiri menjadi buronan sejak melarikan diri dari Penjara Tocorón menjelang penyergapan abdi negara Venezuela pada 2023.
(lau/mik)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·