Jakarta, CNN Indonesia --
Venezuela mengonfirmasi bos gangster Tren de Aragua (TdA), Nino Guererro, tewas dalam operasi campuran militer negara ini dengan Amerika Serikat (AS).
"Terjadi bentrok dengan personil struktur pidana ini, di mana Hector Rusthenford Guerrero Flores namalain Nino Guerrero, sukses dilumpuhkan," demikian pernyataan resmi Kementerian Komunikasi Venezuela pada Jumat (12/6), dikutip AFP.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS telah meluncurkan serangan mematikan terhadap gangster itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas pengarahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan dan sukses mengeksekusi Nino Guerrero," tulis Trump di platform Truth Social.
Trump juga mengatakan keberhasilan militer AS tidak luput dari support pemerintah Venezuela.
"Dengan demikian, teroris Tren de Aragua tidak lagi mempunyai tempat berlindung nan kondusif di Venezuela alias di tempat lain," imbuh dia.
Pemerintahan Trump telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing, nan dikenal sadis dan kejam. Mereka dilaporkan aktif di Peru, Kolombia, hingga Chili.
Pada Desember, jaksa federal di New York Jay Clayton mengusulkan dakwaan pemerasan, perdagangan narkoba, dan senjata api terhadap geng itu.
"TdA telah melakukan banyak tindakan kekerasan, pemerasan, dan perdagangan narkoba di seluruh Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa," kata Clayton.
(isa/pta)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·