SAMPIT – Kesabaran tenaga kerja PT Surya Indah Baratama Jaya (Sibaja) tampaknya sudah di ujung batas. Tiga bulan tanpa gaji, mereka akhirnya melangkah ke gedung DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa 7 April 2026, membawa satu tuntutan tegas: bayar kewenangan mereka sekarang juga.
Didampingi perwakilan, Aldi, para tenaga kerja secara resmi mengusulkan pengaduan ke Komisi II DPRD Kotim. Mereka menuntut pembayaran penghasilan nan tertunggak, Tunjangan Hari Raya (THR), hingga kompensasi sesuai patokan nan berlaku.
“Sesuai dengan Pengaturan Pemerintah (PP) nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan turunan dari UU Cipta Kerja dan Permenaker Nomor 6 Tahun 2026 tentang THR,” kata Aldi.
Menanggapi perihal itu, Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor menyebut bahwa pihaknya tetap menunggu disposisi dari Ketua DPRD Kotim, Rimbun untuk kemudian menyikapi surat kejuaraan nan diajukan oleh tenaga kerja perusahaan tersebut.
“Kami komisi II tetap menunggu disposisi dari ketua DPRD baru kami sikapi isi surat tersebut,” ujarnya.
Meski begitu, tekanan terhadap perusahaan mulai menguat. Anggota Komisi II DPRD Kotim, Hendra Sia, secara tegas meminta pihak perusahaan segera menyelesaikan tanggungjawab mereka.
“Saya minta kepada pihak perusahaan tambang untuk segera memenuhi tuntutan tenaga kerja tersebut,” tegasnya.
Ia sangat menyayangkan perihal tersebut lantaran PT Sibaja tidak menbayar penghasilan tenaga kerja sangat berakibat bagi ekonomi tenaga kerja dan keluarga.
“Karena banyak persoalan nan di sampaikan tenaga kerja tadi lantaran penghasilan mereka tidak dibayarkan, seperti ada nan rumahnya di sita bank lantaran tidak bayar anggsuran, motornya di sita lantaran tidak bayar cicilan,” bebernya.
Diakhir dia juga menyampaikan bahwa jika perusahaan tidak menyelesaikan persoalan penghasilan dan THR tenaga kerja dalam waktu tujuh hari maka tenaga kerja bakal mengadakan tindakan dalam segala besar.
“Dan andaikan dalam tujuh hari belum dibayar maka tenaga kerja bakal melakukan aksi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya tenaga kerja PT Sibaja mengeluhkan gajih mereka nan belum dibayarkan. Sementara itu PT Sibaja saat dikonfirmasi mengaku belum dibayar oleh owner nan diketahui PT BMW.
(Utomo)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·