Teori Konspirasi Konyol Artemis Tak Keliling Bulan, Video Nasa Jadi Sorotan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Muncul teori konspirasi di mana video NASA 'membuktikan' bahwa Artemis II tidak pergi keliling Bulan. Padahal keanehan nan disorot akun-akun skeptis di X itu dapat dijelaskan.

Mari kita mulai dengan nan paling konyol. Naomi Wolf, nan kena suspend dari X, pernah mencuitkan teori persekongkolan dan info nan salah tentang vaksin. Kali ini, dia memposting pertanyaan tentang gimana sisi jauh Bulan diterangi, nan mendorong para penganut teori persekongkolan untuk mempertanyakan apakah Artemis betul-betul mengorbit Bulan.

Ya jawabannya bisa diterangkan dengan jelas: sinar matahari, dong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bulan terkunci secara pasang surut ke Bumi, artinya kecepatan rotasinya di sekitar porosnya sendiri sesuai dengan waktu nan dibutuhkan untuk mengorbit planet kita. Artinya, satu sisi selalu menghadap menjauh dari kita dan sisi lainnya selalu menghadap ke arah kita.

Hal ini bertindak untuk sebagian besar sistem planet-bulan di mana planet tersebut cukup dekat dan jauh lebih besar daripada bulannya, sehingga kecepatan rotasi barang nan lebih mini tersebut berubah hingga selaras dengan orbit bulan di sekitar barang nan lebih besar.

Sisi jauh, meskipun kadang-kadang disebut gelap, menerima jumlah sinar mentari nan nyaris sama dengan sisi dekat.

Ketika Artemis II berada di sisi jauh Bulan, Bulan berada dalam fase cembung nan mengecil dari perspektif Bumi. Namun, jika Anda memandang di belakang Bulan, Anda bakal memandang fase kebalikannya, ialah bulan sabit nan sedang membesar.

"Selama periode pengamatan sains bulan selama enam jam, Matahari, Bulan, dan pesawat ruang angkasa Orion bakal sejajar sehingga awak bakal memandang sekitar 20% dari sisi jauh Bulan, bagian bumi nan tidak terlihat dari Bumi, nan diterangi oleh Matahari," jelas NASA sebelum pengamatan.

"Fitur sisi jauh nan terlihat bakal mencakup beberapa fitur nan belum pernah dilihat sebelumnya dengan mata telanjang, seperti cekungan Orientale penuh, kawah Pierazzo, dan kawah Ohm," imbuh NASA.

Dalam teori persekongkolan lainnya, orang-orang nan menonton wawancara astronaut mengira mereka memandang bukti bahwa NASA menggunakan green screen namalain layar hijau untuk memalsukan misi ini. Selama wawancara, parameter mikrogravitasi tampak ditutupi dengan teks, perihal ini dianggap mereka nan suudzon sebagai kesalahan green screen.

Ini jelas aneh. Kalau memang misi ke Bulan adalah program tiruan pakai green screen, harusnya parameter mikrogravitasi nan ada (si boneka plushie) tidak mempunyai warna biru dan hijau sama sekali.

Hal ini pun sebenarnya juga merupakan kesalahan dari portal media, CNN. Siaran tersebut kemungkinan menggunakan pemrosesan overlay chromakey, alias layar hijau, untuk menutupi teks, keterangan, alias diagram selama wawancara langsung. Terkadang perihal ini dapat menyebabkan kesalahan, dalam kasus ini menjerumuskan para penganut teori persekongkolan ke dalam labirin spekulasi.

Rekaman original NASA dan CNN tidak menunjukkan kesalahan nan sama, lantaran ya Anda memang tidak perlu green screen saat mengelilingi Bulan nan sebenarnya. Demikian melansir IFL Science.


(ask/ask)

Sumber detik-inet