Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah bunyi tembakan terdengar meletus di gedung Senat Filipina pada Rabu (13/5).
Jurnalis AFP melaporkan setidaknya lima bunyi tembakan terdengar hingga wartawan, personil parlemen, dan staf panik berlarian mencari tempat berlindung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui dari mana asal bunyi tembakan tersebut. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, demikian menurut Sekretaris Senat Mark Llandro Mendoza.
Peristiwa ini terjadi setelah Senator Ronald Dela Rosa, sekutu mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, terekam CCTV kabur menghindari petugas di lorong Senat pada Senin (11/5) pagi, dikutip dari CNN.
Petugas mencoba menangkap laki-laki berumur 64 tahun tersebut atas perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Mereka mengejar Dela Rosa di dalam gedung parlemen, dengan polisi anti huru hara berjaga di sekitar kompleks.
Dela Rosa belum keluar dari kompleks Senat sejak Senin.
Jaksa penuntut ICC menuduh Dela Rosa bersekongkol dengan Duterte dalam dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan selama kampanye anti-narkoba Duterte nan menewaskan ribuan orang.
ICC pada Senin mengonfirmasi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa atas dugaan tersebut.
Pada Rabu malam, Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Lokal Filipina, Jonvic Remulla, memasuki gedung Senat setelah Ketua Senat Alan Peter Cayetano mengizinkannya masuk.
Remulla mengatakan kepada media bahwa semua senator di dalam gedung kondusif dan dirinya sedang berupaya mengetahui siapa nan melepas tembakan.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google
7 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·