Tak Cuma F-15e, Pesawat A-10 Amerika Juga Dirontokkan Iran

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Pesawat tempur canggih F-15E jatuh di Iran. Bahkan, pasukan Iran menyatakan menembak jatuh dua jet Amerika Serikat sekaligus. Jubir militer Iran mengatakan pertahanan udaranya menghancurkan satu jet F-15 dan pada hari nan sama, militer Iran menyebut sebuah pesawat A-10 AS dijatuhkan.

Tentara Iran menyatakan selain F-15E, sebuah pesawat A-10 menjadi sasaran sistem pertahanan udara terpadu, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB. New York Times mengutip pejabat nan tak disebut namanya mengatakan pesawat A-10 selamat setelah 'kecelakaan', namun tak dijelaskan perincian kejadian nan terjadi.

"Pesawat tempur AS kedua jatuh di wilayah Teluk Persia setelah terkena tembakan Iran dan pilot tunggal sukses diselamatkan dengan selamat, menurut pejabat AS dan sebuah laporan," tulis media AS, New York Post.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairchild Republic A-10 Thunderbolt II ini, dikenal luas dengan julukan Warthog, adalah pesawat serang subsonik bersayap lurus, bermesin turbofan ganda, dan satu tempat duduk nan dikembangkan Fairchild Republic untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Beroperasi sejak 1977, pesawat ini dinamai berasas pesawat tempur Republic P-47 Thunderbolt dari Perang Dunia II, tapi lebih sering disebut "Warthog". A-10 dirancang memberi support udara jarak dekat ke pasukan darat dengan menyerang kendaraan lapis baja musuh, tank, dan pasukan darat lain.

Sedangkan misi sekunder A-10 antara lain meliputi pencarian dan pengamanan tempur, dan untuk mengarahkan pesawat lain dalam serangan terhadap sasaran nan berada darat.

Serangan sistem Iran

Adapun nasib setidaknya satu pilot dari kru F-15E nan ditembak jatuh tetap belum diketahui. Beberapa media AS melaporkan satu kru jet tersebut ditemukan dan diselamatkan oleh pasukan AS, tapi satu orang lainnya tetap hilang.

Media pemerintah di Iran menayangkan foto-foto puing jet F-15 dan apa nan tampak seperti bangku lontar dengan parasut terpasang. Setelah jet ditembak jatuh, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengejek klaim kemenangan nan berulang kali dilontarkan Presiden AS Donald Trump.

"Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang brilian tanpa strategi nan mereka mulai ini sekarang statusnya telah turun dari 'pergantian rezim' menjadi 'Hei! Adakah nan bisa menemukan pilot kami? Tolong?'" tulis Ghalibaf di media sosial.

Pejabat Iran meminta penduduk mencari dan mewaspadai adanya pasukan AS nan selamat. Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran mengatakan siapa pun nan menangkap kru bakal mendapat penghargaan.

Trump dan para ajudan utamanya berulang kali menegaskan AS menghancurkan seluruh sistem pertahanan udara Iran sejak perang dimulai. Namun sepertinya, Iran tetap bisa menggertak, apalagi dilaporkan punya sistem baru nan sukses merontokkan F-15E.

"Pihak Iran selama beberapa hari terakhir, sejak tanggal 19 Maret, menyatakan mereka memperkenalkan sistem baru nan mereka kembangkan setelah perang 12 hari (tahun lalu)," kata Al Jazeera.

Insiden ini menandai pertama kalinya jet AS jatuh dalam wilayah Iran sejak perang dimulai lebih dari sebulan nan lalu. Sebelumnya, pasukan Kuwait tak sengaja menembak tiga jet tempur F-15E Strike Eagle pada 1 Maret.

Myles Caggins, pensiunan kolonel Angkatan Darat AS dan peneliti senior di New Lines Institute, menyebut penembakan jet tersebut sebagai peristiwa signifikan bagi militer AS.

"Senjata pertahanan udara utama Iran telah dihancurkan pada hari-hari pertama perang melalui serangan udara alias dilumpuhkan melalui serangan siber nan canggih, namun tetap ada sistem pertahanan udara portabel dan kemungkinan jenis sistem nan dibawa oleh satu orang itulah nan bisa saja menembak jatuh F-15 ini," kata Caggins.


(fyk/vmp)

Sumber detik-inet