Texas - SpaceX meluncurkan uji terbang perdana Starship V3, roket terbesar dan tercanggih mereka, dalam misi krusial menuju Bulan dan Mars.
Starship V3 merupakan jenis terbaru dari sistem roket Starship-Super Heavy nan dikembangkan SpaceX. Roket setinggi sekitar 408 kaki alias lebih dari 124 meter itu disebut sebagai roket terbesar dan paling kuat nan pernah dibangun manusia. Versi terbaru ini datang dengan beragam peningkatan teknologi, termasuk kapabilitas bahan bakar lebih besar, sistem docking untuk pengisian bahan bakar di orbit, serta peningkatan ketahanan saat memasuki atmosfer bumi. REUTERS/Steve Nesius
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari Flight 12, ialah penerbangan uji ke-12 program Starship sejak pertama kali diuji pada 2023. Misi ini sekaligus menjadi penerbangan pertama untuk konfigurasi V3 dan peluncuran perdana dari Launch Pad 2 di Starbase, Texas. REUTERS/Steve Nesius
Dalam penerbangan uji itu, Starship sukses mencapai sejumlah sasaran utama, termasuk pemisahan tahap roket, pengetesan sistem reentry, hingga pelepasan 20 satelit dummy Starlink dan dua unit satelit uji. Roket juga sukses melakukan splashdown terkontrol di Samudra Hindia setelah menyelesaikan penerbangan suborbital selama lebih dari satu jam.
REUTERS/Steve Nesius
Meski demikian, misi tidak sepenuhnya melangkah mulus. Salah satu mesin Raptor pada wahana Starship dilaporkan mengalami kegagalan saat penerbangan berlangsung. Selain itu, booster Super Heavy juga kandas menyelesaikan manuver kembali sesuai rencana. Namun SpaceX menilai uji terbang tersebut tetap sukses lantaran sebagian besar sasaran utama sukses dicapai.
REUTERS/Steve Nesius
Starship V3 dirancang menjadi kendaraan utama SpaceX untuk beragam misi masa depan, termasuk mendukung program NASA Artemis nan menargetkan pendaratan manusia kembali ke Bulan. SpaceX saat ini telah dipilih NASA untuk menyediakan wahana pendarat bulan dalam misi Artemis mendatang. REUTERS/Steve Nesius
(/)
1 jam yang lalu






English (US) ·
Indonesian (ID) ·