Jakarta, CNN Indonesia --
Raja Charles III dari Inggris tak bakal lagi tinggal di Istana Buckingham usai pembaharuan nan menghabiskan 369 juta pounds sterling atau sekitar Rp8,7 triliun selama 10 tahun.
Bendahara raja dan pengelola biaya pribadi James Chalmers mengatakan Istana Buckingham bakal tetap menjadi tempat utama untuk aktivitas resmi alias seremonial saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangunan ini bakal tetap menjadi markas besar monarki, permata mahkota dari gedung nasional kita, dengan panji raja berkibar dengan bangga dari genting setiap kali nan Mulia berada di London," kata Chalmers, dikutip CNN, Jumat (26/6).
Keputusan ini resmi menghentikan tradisi Istana Buckingham sebagai tempat tinggal utama monarki Inggris selama nyaris dua abad terakhir.
Selama sisa masa pemerintahan, Raja Charles III dan ratu bakal tetap tinggal di Clarence House.
Selama ini, Charles maupun mendiang Ratu Elizabeth II memang sudah tidak pernah menginap di istana tersebut sejak 2019. Namun, raja bakal tetap mempunyai kamar-kamar pribadi di sana nan dapat digunakan sebagai akomodasi.
Sementara itu, pembaharuan istana dilakukan untuk memanjakan pengunjung. Pemeliharaan itu mencakup penggantian instalasi listrik, pipa, dan sistem pemanas nan sudah tua. Setiap tahun, sekitar 700.000 orang mengunjungi gedung ini.
Pernyataan Charles tak bakal tinggal di Istana Buckingham muncul kerajaan merilis pajak tagihan raja dan Pangeran William.
Tagihan pajak pribadi sebesar £12,9 juta alias sekitar Rp305 miliar untuk tahun 2024-2025. Jumlah ini menjadikan dia masuk dalam daftar 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.
Sementara itu, Pangeran Wales bayar pajak sebesar £7,76 juta alias sekitar Rp183 miliar selama periode nan sama.
Kerajaan Inggris menyatakan pengungkapan jumlah pajak nan dibayarkan secara sukarela oleh Raja dan Pangeran William merupakan keputusan pribadi.
"Ini untuk mendorong pemahaman nan lebih luas tentang akuntabilitas kami, " demikian menurut kerajaan.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·