Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kian tak disukai penduduk Israel dan sejumlah pihak menilai dia tak layak duduk di bangku PM lagi untuk periode mendatang.
Jajak pendapat Channel 12 menyebut 58 responden meyakini kandidat lain semestinya menjadi perdana menteri, hanya 32 persen nan setuju Netanyahu jadi PM, dan 10 persen mengatakan tidak tahu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya lebih lanjut, siapa sosok nan layak menjadi PM, sebanyak 38 persen responden menyebut pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan 12 persen menyebut eks PM Naftalli Bennet, demikian dikutip Times of Israel, pada awal Juni.
Survei juga meminta pendapat responden soal siapa sosok nan dianggap paling bisa dipercaya. Sebanyak 38 persen menyebut Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan 12 persen menyebut Bennet.
Dalam jajak pendapat soal manajemen ekonomi negara, Netanyahu juga kalah pamor dari Bennet.
Hasil survei tersebut menunjukkan 28 persen responden meyakini Bennet lebih bisa menangani ekonomi dan biaya hidup, baru disusul Netanyahu dengan 23 persen, dan Eisenkot 16 persen.
Netanyahu menghadapi gejolak politik usai Israel meluncurkan agresi sadis ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka menggempur habis-habisan penduduk dan objek sipil.
Imbas agresi tersebut, lebih dari 74.000 penduduk di Palestina tewas, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan penduduk terpaksa mengungsi.
Di tengah agresi itu, Netanyahu juga meluncurkan perang dengan Iran dan Lebanon. Mereka turut menyerang Suriah hingga Yaman.
Serentetan serangan tersebut juga membikin ketenaran Netanyahu merosot tajam.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·