Aksi memukai para pemain, gemuruh sorak penonton, hingga bendera-bendera unik nan dibawa penonton menjadi pengalaman unik ketika seseorang menonton laga di stadion. Tapi, bagi penyandang disabilitas netra, gimana menikmati atmosfer tersebut?
Apakah detikers kemarin sempat memandang di IG serunya anak-anak difabel netra merasakan atmosfer FIFA Series 2026 di Stadion GBK? Kalau iya, konten ini dibuat oleh Sadar Belajar Indonesia.
Ketua Sadar Belajar Indonesia, Fani (23) mengatakan bahwa para difabel netra tetap bisa kok untuk menikmati serunya laga sepakbola langsung di stadion. Tentunya melalui support dari para 'teman bisik'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengandalkannya bunyi sama perabaan, indra selain visual," kata Fani saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/3/2026)
Seperti konten dari Sadar Belajar nan viral kemarin saat dua anak difabel netra menonton serunya laga timnas Indonesia vs Saint Kitts & Nevis. Bekerjasama dengan Wallpass, mereka bisa merasakan langsung gemuruh di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tantangan 'Teman Bisik' di Tribun
Sebelumnya, Sadar Belajar nan berlokasi di Sleman, Yogyakarta ini juga aktif membawa anak-anak difabel netra untuk memandang pertandingan sepakbola lokal, ialah PSS Sleman.
Meskipun terlihat seru, tetap ada tantangan-tantangan tersendiri bagi para kawan bisik nan memberikan info pertandingan kepada anak-anak netra.
"Tantangannya ini sih, gimana kita menjelaskan, mendeskripsikan apa nan kami lihat sebagai pendamping hati-hati ya, kawan bisik. Itu kan kudu real time ya pergerakan, itu kan juga sigap ya," kata Fani.
Sadar Belajar Indonesia berbareng dua difabel netra di Stadion GBK (Foto: Dok. Sadar Belajar Indonesia)
"Gimana kita menjelaskannya dengan cepat, dan itu kan koordinasi mata sama tangan banget. Apa nan kami lihat sama tangan nan bakal kami gerakkan, belum juga apa nan kudu kami ucapkan," sambungnya.
Fani mengakui mengenai akomodasi stadion, terutama GBK tetap belum ramah untuk para difabel netra, sehingga ini perlu menjadi perhatian pihak terkait.
Sadar Belajar Indonesia sendiri didirikan sejak tahun 2020 dengan nama awal 'Sanggar Belajar Sadar'. Di tahun 2024 kemarin, Sadar Belajar Indonesia sudah mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.
Program-program di Sadar Belajar sendiri beragam, mulai dari pendampingan belajar daring, belajar membaca braille, hingga outing class seperti ke museum dan mencoba transportasi umum.
(dpy/up)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·