Sepasang Lubang Hitam Akan Tabrakan, Dampaknya Dahsyat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Para astronom mungkin telah menemukan sepasang lubang hitam nan sedang berputar menuju tabrakan luar biasa, di mana dampaknya berpotensi terasa pada abad mendatang di Bumi.

Berbekal pengamatan teleskop radio selama beberapa dekade, astronom meneliti sebuah objek sangat terang nan sebelumnya dikira sebagai blazar alias inti galaksi nan bercahaya terang dan biasanya ditenagai oleh lubang hitam, nan berjarak sekitar 500 juta tahun sinar dari Tata Surya kita.

Pengamatan tersebut mengungkap pancaran daya tersembunyi nan mengisyaratkan bahwa objek nan sangat terang itu sebenarnya adalah dua buah lubang hitam nan berada di periode tabrakan, mungkin dalam waktu kurang dari 100 tahun lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memperkirakan satu lubang hitam (hasil penggabungan) bakal tersisa," ujar penulis studi Silke Britzen, astronom di Institut Max-Planck. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Blazar adalah salah satu objek paling terang di semesta. Mereka diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif, objek nan aktif melahap materi di pusat galaksi, biasanya ditenagai oleh lubang hitam supermasif dan umumnya menembakkan pancaran radiasi berenergi tinggi ke arah Bumi.

Biasanya seperti dikutip detikINET dari Live Science, lubang hitam sentral menjadi sumber pancaran ini, tetapi dalam kasus blazar di galaksi Markarian 501, ada sesuatu nan janggal.

Terungkap bahwa alih-alih hanya mempunyai satu jet besar, terdapat pula jet kedua nan melingkar berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar. Tim meyakini bahwa masing-masing pancaran ini ditenagai oleh sebuah lubang hitam supermasif, nan masing-masing mempunyai berat antara 100 juta hingga satu miliar kali massa matahari.

Para peneliti menduga ketika kedua lubang hitam nan bernasib nahas ini akhirnya bertabrakan, mereka bakal melepaskan gelombang gravitasi nan bisa jadi lebih kuat dibandingkan dengan gelombang dari penggabungan lubang hitam nan pernah diteliti sebelumnya. Jika demikian halnya, detektor gelombang gravitasi di Bumi bakal menangkap sinyal tersebut.


(fyk/fyk)


Sumber detik-inet