Satgas Kumpulkan Data Untuk Cek Lapangan Terkait Konflik Gapoktanhut Bagendang Raya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) menggelar rapat penyelesaian bentrok melalui Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Jumat 24 April 2026, di Aula Setda. Rapat ini membahas persoalan nan melibatkan Gapoktanhut Bagendang Raya di wilayah Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan (Kesbangpol) Kotim, Rihel, nan juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Konflik Sosial.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Ketua Pengurus Gapoktanhut Bagendang Raya Nomor: 047/GAPOKTANHUT-BR/POKTAN-BJ/IV/2026 tertanggal 6 April 2026, nan memohon fasilitasi penyelesaian bentrok di area manajemen Kelompok Tani Buding Jaya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah wilayah menegaskan bahwa tujuan utama adalah mencari solusi terbaik atas persoalan nan terjadi, sekaligus menjaga keberlanjutan upaya perhutanan sosial di area tersebut.

Dalam rapat tersebut tim satgas mendengarkan masukan dari beragam hingga akhirnya sepakat untuk mengumpulkan info demi mendukung pengecekan lapangan nantinya.

Rihel menyampaikan dari hasil rapat, pihaknya meminta info komplit dari Gapoktanhut dan tiga golongan tani nan tergabung didalamnnya, info anggota, termasuk peta letak dan titik koordinat wilayah nan menjadi objek konflik.

“Gapoktanhut, kami minta info tiga poktan tadi, termasuk peta letak dan koordinatnya. Sebelum turun cek lapangan, kami pelajari dulu secara internal,” kata Rihel.

Ia menegaskan, kajian awal bakal dilakukan menggunakan sistem pemetaan berbasis GIS (Sistem Informasi Geografis) agar tim mempunyai gambaran awal sebelum melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

“Kita kajian dulu, kita petakan melalui GIS. Jadi kelak saat turun ke lapangan, kita sudah punya gambaran titik lokasi. Selama ini kendalanya, jika tidak ada persiapan, sering tidak tahu titik pastinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam penanganan bentrok ini pihaknya tidak berfokus pada siapa nan betul alias salah, namun mengungkap sesuai kebenaran nan ada.

Ia juga membujuk semua pihak tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif, sementara status lahan bentrok masuk berstatus quo sejak mediasi di Polsek digelar. (Nardi)

Sumber info-lokal