Rudal Korut Makin Mengerikan, Korsel Siapkan 'iron Dome'

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menghadapi ancaman konstan dari Korea Utara, Korea Selatan terus mengembangkan teknologi persenjataan. Negeri Ginseng itu bakal memajukan pengerahan sistem pencegat buatan dalam negeri nan mirip dengan Iron Dome milik Israel menjadi dua tahun lebih awal dari rencana semula.

Menurut badan pengadaan senjata negara tersebut, kehadiran senjata baru itu diharapkan membikin Korsel lebih mumpuni dalam menangkal ancaman artileri jarak jauh dari Korea Utara.

Defense Acquisition Program Administration (DAPA) menyebut bakal berupaya mengerahkan prototipe sistem Pertahanan Rudal Ketinggian Rendah (Low-Altitude Missile Defense/LAMD) nan dirancang untuk mencegat peluru artileri nan datang secara berbarengan pada tahun 2029.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip detikINET dari Korea Times, keputusan tersebut telah disetujui dalam pertemuan komite lintas pemerintah.

Sistem LAMD nan terdiri dari radar, komponen komunikasi taktis, peluncur, dan pencegat, dirancang untuk mencegat artileri jarak jauh Korea Utara nan ditembakkan dalam jumlah besar pada ketinggian rendah dan jarak pendek.

Para pejabat mengatakan sistem ini dimaksudkan untuk mengungguli teknologi Iron Dome Israel dengan keahlian untuk mencegat lebih banyak sasaran nan datang secara bersamaan.

Pemerintah berencana menginvestasikan 842 miliar won untuk mengembangkan sistem LAMD hingga tahun 2030. Awalnya, DAPA menargetkan pengerahan sistem LAMD ini pada tahun 2031, namun mereka memutuskan untuk memajukannya di tengah meningkatnya ancaman dari sistem peluncur roket dobel Korea Utara.

Sistem artileri jarak jauh Korea Utara memang menjadi ancaman bagi kota Seoul dan wilayah sekitarnya nan lebih luas. Tempat tinggal bagi sekitar separuh dari 51 juta masyarakat Korea Selatan pun berada dalam jangkauan serangannya.

Secara terpisah, komite tersebut juga menyetujui rencana pengadaan pencegat rudal balistik SM-3 dari Amerika Serikat pada tahun 2031 dengan biaya 753 miliar won (sekitar USD 565 juta). Rudal-rudal tersebut bakal ditempatkan pada kapal perusak kelas King Jeongjo Aegis.


(fyk/fay)

Sumber detik-inet