Roblox Kids Dan Select Hadir, Pemerintah Belum Akui Kepatuhan Pp Tunas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Roblox memperkenalkan dua jenis akun baru berbasis usia - Roblox Kids dan Roblox Select - sebagai bagian dari upaya memenuhi izin perlindungan anak, termasuk PP Tunas di Indonesia. Namun pemerintah belum bisa menyatakan Roblox patuh, pasalnya tetap ada celah nan dinilai krusial dan belum tertutup.

"Dengan berat hati, meskipun sudah melakukan adjustment nan cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi PP Tunas," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam keterangan pers, Selasa (14/4/2026).

Ia mengakui Roblox telah melakukan banyak penyesuaian secara global, namun satu poin krusial tetap mengganjal: fitur Roblox Kids tetap memungkinkan anak di bawah 16 tahun melakukan chat dengan orang nan tidak dikenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu Celah nan Mengganjal

Di kembali beragam pembaruan itu, pemerintah menemukan satu celah nan menjadi halangan utama: fitur Roblox Kids tetap membuka ruang bagi anak di bawah 16 tahun untuk berkomunikasi dengan orang nan tidak dikenal. Justru inilah nan paling disorot oleh para orang tua di Indonesia.

Meutya menegaskan, PP Tunas mensyaratkan pemenuhan seluruh indikasi akibat tinggi, bukan sebagian. Selama celah komunikasi dengan orang asing itu tetap ada, Roblox belum dapat dinyatakan patuh.

"Banyak masukan dari orang tua nan memang menginginkan ada perlindungan lebih kuat lagi dalam platform games," kata Meutya, seraya menambahkan bahwa mengawasi anak 24 jam di platform games adalah sesuatu nan tidak realistis bagi kebanyakan orang tua.

Meski belum menyatakan Roblox patuh, pemerintah mengakui itikad baik perusahaan dan menyatakan optimistis perbaikan bakal terus berlanjut. Komdigi berencana mempertahankan komunikasi dengan Roblox - baik secara umum melalui pemeriksaan resmi, maupun secara informal dalam obrolan fitur - hingga seluruh ketentuan PP Tunas terpenuhi.

Roblox Kids & Select

Roblox mengumumkan dua jenis akun baru nan bertindak secara dunia dan bakal efektif per awal Juni 2026. Di Indonesia, Roblox Kids diperuntukkan bagi pengguna berumur 5-12 tahun, sementara Roblox Select untuk usia 13-15 tahun. Penetapan jenis akun dilakukan otomatis berasas teknologi verifikasi usia dunia Roblox alias konfirmasi orang tua nan terverifikasi.

Pengguna Roblox Kids hanya dapat mengakses game bercap konten Minimal alias Mild, dan tidak dapat menggunakan fitur chat dalam kondisi apapun. Adapun pengguna Roblox Select mendapat akses ke game bercap hingga Moderate, dengan keahlian obrolan terbatas hanya kepada kawan tepercaya atas persetujuan orang tua.

Akun juga bertransisi otomatis seiring bertambahnya usia: dari Roblox Kids menjadi Roblox Select di usia 13 tahun, lampau menjadi akun Roblox standar di usia 16 tahun.

"Dengan peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select, kami mengubah langkah pemain menemukan hingga memainkan gim di platform kami secara fundamental. Keamanan bukanlah fitur nan statis, melainkan sebuah proses nan terus berkembang seiring pertumbuhan anak," ujar Matt Kaufman, Chief Safety Officer Roblox.

VPC Wajib, Kontrol Orang Tua Diperluas

Khusus untuk Indonesia, seluruh pengguna di bawah 16 tahun diwajibkan mempunyai verified parental consent (VPC) alias persetujuan orang tua nan terverifikasi. Tanpa VPC, pengguna tidak dapat mengakses fitur chat maupun game dengan rating Moderate ke atas.

Roblox juga memperluas fitur kontrol orang tua: orang tua sekarang dapat memblokir game secara individual, mengelola pengaturan chat, memberikan akses unik ke game tertentu, hingga memantau game apa nan paling banyak dimainkan anak beserta daftar kawan virtualnya.

Roblox turut mengintegrasikan Indonesia Game Rating System (IGRS) nan diluncurkan Januari lalu, dan berencana bertransisi ke kerangka International Age Rating Coalition (IARC) dalam tahun ini. Platform ini juga menegaskan telah berkoordinasi aktif dengan Komdigi dalam membangun ekosistem digital nan kondusif bagi anak Indonesia.

Founder dan CEO Roblox David Baszucki, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa keamanan sejak tahap kreasi adalah prioritas utama perusahaan. "Dalam perihal keamanan, kami melakukan perihal nan betul - termasuk penyaringan proaktif, pengecekan usia, kontrol orang tua, dan penyediaan rating konten nan jelas - lantaran kesejahteraan organisasi kami adalah prioritas tertinggi kami," tulisnya.

Hingga kini, Roblox dan YouTube menjadi dua platform tersisa dari delapan nan dipantau pemerintah nan belum mendapat status alim PP Tunas. Enam platform lainnya - X, BigoLive, Instagram, Facebook, Threads, dan TikTok - telah menyerahkan komitmen kepatuhan resmi kepada pemerintah.


(afr/fyk)

Sumber detik-inet